Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Penangkapan Massa Aksi May Day 2026 di Jakarta
Di tengah perayaan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, ratusan buruh justru memilih bergerak ke depan Gedung DPR RI (IDN Times/Aryodamar)
  • Polda Metro Jaya melakukan deteksi dini dan pengamanan menyeluruh untuk mencegah kericuhan saat aksi May Day 2026 di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
  • Sebanyak 101 orang diamankan karena diduga hendak memicu kerusuhan, sementara polisi menyita molotov, bensin, paku beton, ketapel, dan senjata tajam dari massa.
  • Polisi menemukan dokumen rencana terstruktur serta menelusuri aktor intelektual dan aliran dana yang diduga mendanai upaya menciptakan kericuhan pada peringatan Hari Buruh tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya mengambil sejumlah langkah strategis dalam menangani aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini hingga penanganan di lapangan, guna memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif.

Polda Metro Jaya juga menyita sejumlah barang dan menangkap puluhan orang yang diduga akan memicu kerusuhan pada saat aksi May Day. Berikut tujuh fakta penting penanganan May Day 2026 oleh Polda Metro Jaya di DPR RI.

1. Polisi deteksi dini antisipasi kelompok anarkis dan sita sejumlah barang

Aksi buruh saat memperingati Hari Buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/6/2026) (IDN Times/Aryodamar)

Polda Metro Jaya telah melakukan upaya deteksi dini terhadap kelompok yang diduga akan membuat kerusuhan dalam aksi buruh.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan langkah ini dilakukan untuk menjaga demokrasi tetap berjalan aman.

Iman menjelaskan pihaknya juga menyita barang-barang yang akan digunakan untuk melakukan kerusuhan, saat perayaan May Day, terutama yang berada di depan Gedung DPR/MPR RI.

2. Sebanyak 101 orang ditangkap karena diduga hendak memicu kerusuhan saat May Day

Pertemuan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat dengan Pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebanyak 101 orang sempat ditangkap kepolisian, karena diduga hendak memicu kerusuhan saat aksi berlangsung. Mereka diperiksa kepolisian untuk mendalami peran masing-masing.

“Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami, dan kami sampaikan setelah selesai penyampaian informasi tersebut, mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Iman saat konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat, 1 Mei 2026.

3. Polisi klaim sita molotov, bensin, hingga senjata tajam dari massa

Orasi buruh menggema dari atas panggung dalam peringatan May Day di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Iman menuturkan, Polda Metro Jaya juga menyita barang-barang yang diduga akan digunakan untuk melakukan kerusuhan saat perayaan May Day, terutama yang berada di depan Gedung DPR/MPR RI.

"Yang pertama ada botol kosong. Sebagaimana terlihat, ada botol kosong dan kain pemicu untuk membuat bom molotov, termasuk kami juga menemukan atau mengamankan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," tuturnya.

Selain itu, ditemukan pula paku beton yang diduga dipakai untuk merusak bangunan atau pun pembatas-pembatas yang terbuat dari beton. Polisi juga mendapati ketapel dengan gotri yang dipersiapkan untuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan, termasuk sejumlah senjata tajam.

"Jadi berdasarkan keterangan yang disampaikan, mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian mereka melakukan perusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut, itu gunanya paku beton," kata Iman.

4. Polisi ungkap adanya dugaan rencana terstruktur untuk menciptakan kericuhan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri May Day 2026 di Monas, Jakarta (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Polisi juga mengungkap adanya dugaan rencana terstruktur dari kelompok tertentu untuk menciptakan kerusuhan, termasuk penentuan waktu dan titik aksi. Temuan ini memperkuat indikasi potensi gangguan keamanan sudah dipersiapkan sebelumnya, bukan terjadi secara spontan.

"Kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan, mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya, jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan, ini sudah mereka persiapkan, jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana, titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan," tegas Iman.

5. Polisi buru aktor intelektual hingga aliran dana

Ilustrasi uang. (IDN Times/Mela Hapsari)

Iman menegaskan kepolisian akan mencari donatur atau aktor intelektual di balik rencana kerusuhan May Day 2026 di Jakarta. Langkah ini dilakukan menyusul ditemukan sejumlah uang dari tangan koordinator kelompok yang diduga ingin membuat kerusuhan tersebut.

"Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan yang berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya," jelas dia.

Editorial Team