Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
580 Warga Terdampak Konflik Halmahera, Kemensos Salurkan Bantuan
Kemensos Kirim Bantuan Korban Konflik Sosial Halmahera Tengah (dok Kemensos)
  • Konflik antara warga Desa Banemo dan Sibenpopo di Halmahera Tengah dipicu penemuan jenazah, menyebabkan dua korban tewas, beberapa luka-luka, serta puluhan rumah dan satu gereja terbakar.
  • Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, tenda, kasur, dan perlengkapan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar 580 warga yang mengungsi akibat konflik tersebut.
  • Aparat keamanan bersama tokoh adat dan agama melakukan penjagaan serta mediasi agar situasi tetap kondusif dan hubungan antarwarga dapat kembali pulih secara bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

Jenazah seorang warga Desa Banemo ditemukan pada dini hari. Penemuan ini memicu ketegangan dan bentrok antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan rumah.

4 April 2026

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan tahap pertama melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate ke Posko Bencana Kecamatan Patani Barat. Bantuan mencakup paket makanan, perlengkapan tidur, tenda, dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.

7 April 2026

Distribusi bantuan tahap kedua dilakukan dengan tambahan tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, dan lampu penerangan untuk mendukung kondisi di lokasi pengungsian.

10 April 2026

Menteri Sosial Syaifullah menyampaikan keterangan tertulis mengenai konflik dan penyaluran bantuan. Data sementara menunjukkan 580 warga terdampak, dua meninggal dunia, satu luka berat, enam luka ringan, serta puluhan rumah terbakar.

kini

Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Upaya mediasi terus dilakukan agar hubungan antarwarga dapat pulih dan suasana kembali tenang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi konflik sosial antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Halmahera Tengah yang dipicu oleh penemuan jenazah seorang warga, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan puluhan rumah dan satu gereja.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah bersama Kementerian Sosial, aparat Polres Halmahera Tengah, Kodim 1512 Weda, Brimob Polda Maluku Utara, serta warga Desa Banemo dan Sibenpopo terlibat dalam penanganan dan dampak peristiwa ini.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Warga terdampak mengungsi ke beberapa desa sekitar seperti Yeke, Fritu, Dose, dan Mesa.
  • When?
    Konflik bermula pada Kamis dini hari tanggal 2 April 2026 setelah penemuan jenazah. Bantuan tahap pertama disalurkan pada 4 April 2026 dan tahap kedua pada 7 April 2026.
  • Why?
    Pemicu utama konflik adalah penemuan jenazah seorang warga Desa Banemo yang menimbulkan ketegangan antarwarga hingga berujung bentrokan dengan korban jiwa dan kerusakan fasilitas pemukiman.
  • How?
    Pemer
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang di Halmahera ketemu jenazah, terus warga dua desa jadi berkelahi. Dua orang meninggal, ada yang luka, dan banyak rumah terbakar. Banyak warga pindah ke tempat aman karena takut. Pak Menteri kirim makanan, selimut, dan tenda supaya mereka bisa tinggal sementara. Polisi dan tentara jaga biar semua tenang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Sosial Syaifullah mengirim bantuan untuk memastikan kebutuhan dasar korban konflik sosial di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terpenuhi.

Konflik yang terjadi antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo bermula dari penemuan jenazah seorang warga Desa Banemo pada Kamis, 2 April 2026 dini hari.

"Peristiwa tersebut memicu ketegangan dan bentrok antarwarga hingga menyebabkan korban jiwa, luka, dan kerusakan rumah," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

1. Sebanyak 580 warga terdampak dua tewas

Kemensos Kirim Bantuan Korban Konflik Sosial Halmahera Tengah/dok Kemensos

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan berdasarkan data sementara tercatat 580 jiwa terdampak, dan mengungsi di sejumlah titik. Di antaranya di Desa Yeke, Desa Fritu, serta Desa Dose dan Mesa.

"Dua warga dilaporkan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan enam lainnya luka ringan. Selain itu, sebanyak 84 rumah dan satu unit gereja turut terbakar dalam kejadian tersebut," ungkapnya.

2. Pastikan warga aman

Kemensos Kirim Bantuan Korban Konflik Sosial Halmahera Tengah (dok Kemensos)

Gus Ipul mengungkapkan yang paling penting saat ini adalah memastikan warga merasa aman dan didampingi menghadapi situasi ini.

“Bagaimana warga bisa merasa aman dulu itu yang utama. Kita pastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sambil pelan-pelan kita bantu supaya suasana kembali tenang dan hubungan antarwarga bisa pulih,” ujarnya.

3. Aparat berjaga agar situasi kondusif

Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Aparat keamanan dari Polres Halmahera Tengah, Kodim 1512 Weda, serta Brimob Polda Maluku Utara terus berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif. Upaya mediasi juga dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama guna meredakan ketegangan dan mencegah konflik susulan.

Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Tengah, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan disalurkan melalui gudang Sentra Wasana Bahagia Ternate ke Posko Bencana Kecamatan Patani Barat.

Bantuan tahap pertama yang telah disalurkan pada Sabtu, 4 April 2026 meliputi 750 paket makanan siap saji, 480 paket makanan anak, 500 paket lauk pauk siap saji, 200 selimut, 150 kasur, 200 family kit, 104 kidsware, 100 paket sandang anak, 200 tenda gulung dan 4 unit tenda serbaguna.

Distribusi dilanjutkan pada Selasa, 7 April 2026 dengan bantuan tahap kedua berupa 10 tenda gulung, 10 tenda keluarga, 5 tenda serbaguna, serta lampu penerangan untuk mendukung kondisi di lokasi pengungsian.

Editorial Team