Jakarta, IDN Times - Suara dentuman roket terdengar di area Bangka Belitung pada Minggu kemarin. Sementara di wilayah perairan terlihat alutsista berupa kapal perang dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.
Itu merupakan gambaran dari latihan anti-akses dan anti-amfibi yang dilakukan dengan skenario adanya ancaman dari musuh, sehingga butuh dilakukan operasi khusus. Latihan tersebut disaksikan secara langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan didampingi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.
"Kegiatan latihan melibatkan unsur-unsur kapal perang di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-357, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
TNI AL juga mengerahkan satgas udara berupa pesawat patroli maritim CN-235 MPA dan pesawat udara Cassa untuk penerjunan tempur, Helikopter Panther, Drone Kamikaze, Pasukan Roket dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir.
Ali mengatakan latihan anti-akses dan anti-amfibi ini baru kali pertama dilakukan. Perwira tinggi TNI AL itu menyebut hal tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kami terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, pusat kendali mobil (mobile command)," ujar Ali.
Berikut tujuh potret yang menggambarkan latihan perdana anti amfibi dan anti akses itu.
