Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Adrianus Usul Polri Dibagi Wilayah Barat dan Timur, Ada 2 Wakapolri
Fit and proper tes calon hakim agung di Komisi III DPR RI, Rabu (10/9/2025). (IDN Times/Amir Faisol)

  • Pakar Kriminologi UI usulkan Polri dibagi wilayah Barat dan Timur

  • Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyimpangan personel

  • Adrianus juga mengusulkan agar Wakapolri dijabat oleh dua orang untuk memantau wilayah yang ia usulkan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pakar Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, mengusulkan agar Polri dibagi dua wilayah: barat dan timut. Usulan tersebut disampaikan dalam Panja Reformasi Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan di Komisi III DPR RI, Kamis (8/1/2026).

Adrianus menjelaskan, pembagian wilayah ini bisa meningkatkan pengawasan terhadap penyimpangan personel.

“Kepolisian membelah berbasis teritorial, guna memperpendek rentang kendali organisasi. Jadi kalau dalam hal ini soal budaya itu soal pengawasan, maka bagaimana kalau dengan kita belah dua kepolisian ini, ada Polri Timur, Polri Barat, gitu ya,” ucap dia.

“Kemudian berbagai macam penyimpangan itu lalu kemudian dapat lebih mudah difokuskan, pimpinan tertinggi lebih mudah untuk berada di lapangan, sekaligus juga untuk mendeteksi penyimpangan yang terjadi,” sambungnya.

Adrianus pun mengusulkan agar Wakapolri dijabat dua orang. Masing-masing akan memantau salah satu wilayah Polri yang ia usulkan.

“Saya mengusulkan, misalnya Polri wilayah timur ada Wakapolri A, misalnya, Polri wilayah barat ada Wakapolri B-nya,” ujar dia.

“Semuanya sama, tapi tadi dibagi dua, sehingga lalu kemudian kita bisa fokus, semakin bisa fokus, selain kontrol makin pendek ya, alhasil aneka macam penyimpangan yang tadinya tidak terlihat kalau Kapolrinya cuma 1, Wakapolrinya cuma 1, dengan adanya 2 Wakapolri ini, maka kemudian makin mudah terlihat dan sekaligus dengan cepat tertanggulangi,” lanjutnya.

Editorial Team