Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ahmad Dofiri: Aspek Kultural Polri Paling Disoroti Masyarakat
Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Ahmad Dofiri menyampaikan bahwa aspek kultural di tubuh Polri menjadi sorotan utama masyarakat karena perilaku oknum yang menurunkan kepercayaan publik.
  • KPRP menyerahkan rekomendasi reformasi Polri kepada Presiden Prabowo dengan fokus pada dua aspek besar, yaitu kelembagaan dan manajerial.
  • Aspek manajerial mencakup tata kelola, kepemimpinan, pengawasan, serta penambahan elemen transformasi digital untuk meningkatkan transparansi di era modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal tahun 2000

Reformasi Polri dimulai dengan menyoroti tiga aspek utama yaitu struktural, instrumental, dan kultural.

6 Mei 2026

Ahmad Dofiri menjelaskan di Kantor KPRP bahwa rekomendasi KPRP kepada Presiden Prabowo mencakup dua aspek besar, kelembagaan dan manajerial. Ia menegaskan bahwa aspek kultural menjadi sorotan utama masyarakat terhadap Polri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ahmad Dofiri menyampaikan bahwa aspek kultural dalam tubuh Polri menjadi perhatian utama masyarakat berdasarkan hasil rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang diserahkan kepada Presiden Prabowo.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri, Sekretaris KPRP sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Kantor Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Jakarta Selatan.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026.
  • Why?
    Kritik masyarakat terhadap perilaku sebagian anggota Polri dinilai memicu ketidakpercayaan publik, sehingga aspek budaya internal dianggap perlu dibenahi melalui reformasi kelembagaan dan manajerial.
  • How?
    KPRP mengelompokkan temuan menjadi dua aspek besar—kelembagaan dan manajerial—dengan fokus pada perbaikan struktur, tata kelola, pengawasan, kepemimpinan, serta transformasi digital untuk meningkatkan transparansi di tubuh Polri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Ahmad Dofiri bilang banyak orang lihat perilaku polisi sekarang. Katanya, ada dua hal penting buat dibenahi, yaitu cara kerja dan cara atur polisi. Tapi yang paling banyak dikeluhkan orang itu soal sikap dan budaya di dalam polisi. Sekarang mereka mau perbaiki supaya masyarakat bisa percaya lagi sama polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemaparan Ahmad Dofiri menunjukkan bahwa proses reformasi Polri berjalan dengan keterbukaan dan kesediaan untuk mendengar aspirasi publik. Dengan membedah persoalan ke dalam aspek kelembagaan dan manajerial, termasuk fokus pada budaya internal serta dorongan menuju transformasi digital, langkah ini mencerminkan upaya serius memperbaiki tata kelola dan memperkuat kepercayaan masyarakat secara sistematis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri mengungkap bahwa, aspek kultural kepolisian menjadi paling disoroti oleh masyarakat.

Dofiri awalnya menjelaskan, rekomendasi KPRP yang diserahkan ke Presiden Prabowo melahirkan dua aspek besar yakni kelembagaan dan manajerial. Hal itu hasil diskusi serta penyerapan aspirasi masyarakat.

"Aspek kelembagaan itu lebih menyoroti kepada organisasi, sedangkan aspek manajerial lebih kepada tata kelola bagaimana organisasi itu dikelola. Itu garis besarnya. Jadi memahami itu utuh ya. Jadi ada yang tadi keluhan-keluhan tadi di mana? Kita bedah di dua kelompok tadi yaitu di aspek kelembagaan dan aspek manajerial," kata Dofiri di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Dalam kelembagaan, kata Dofiri kembali menelurkan sudut pandang soal struktural, instrumental dan kultural. Hal ini juga sesuai dengan reformasi Polri di awal tahun 2000.

Dofiri menyebut, dari tiga sorotan tersebut yang paling banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat adalah kultural di internal Polri.

"Nah, yang kita pahami dari ketiga aspek tadi struktural, instrumental, dan kultural, itu yang paling disorot adalah terkait dengan masalah kultural. Apa itu? Perilaku atau budaya yang kemudian ditenggarai banyak bermunculan yang kemudian ini menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat pada Polri karena apa? Ulah oknum anggota Polri yang tadi perilakunya kurang bagus," ujar Dofiri.

Kemudian aspek kedua yakni manajerial, Dofiri menjelaskan, hal ini pembahasannya lebih luas lagi yang berkaitan dengan aspek manajemen. Pertama soal tata kelola, kepemimpinan dan pengawasan.

"Nah, yang keempat ditambahi lagi era sekarang itu transparansi ditopang dengan digital, makanya yang keempat ditambahkan yaitu transformasi digital," ucap eks Wakapolri itu.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian itu yang menjadi titik acuan dalam rekomendasi tersebut adalah kelembagaan dan manajerial internal Polri.

"Kira-kira itu garis besarnya dua ya, jadi apa itu kelembagaan apa itu aspek manajerial," kata Dofiri.

Editorial Team