Komisi Reformasi Polri Lapor Hasil Kerja ke Prabowo, dalam 10 Buku 3 Ribu Halaman

- Komisi Percepatan Reformasi Polri menyerahkan laporan hasil kerja kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Mei 2026.
- Laporan tersebut disusun dalam 10 buku dengan total sekitar tiga ribu halaman, berisi suara masyarakat, rencana Polri, dan ringkasan hasil kajian.
- Komisi masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo terkait tindak lanjut atas rekomendasi dan saran yang telah disampaikan dalam laporan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Komisi Percepatan Reformasi Polri menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan agendanya adalah melaporkan hasil kerja kepada Presiden Prabowo.
"Nanti saja, nanti saya laporkan apa saja yang setuju apa yang tidak," ujar Jimly.
1. Laporan dibuat dalam 10 buku

Sementara itu, anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD mengatakan, laporan itu dibuat dalam 10 buku dengan ribuan halaman.
"Ada 10 buku, tebal-tebal gitu, yang delapan verbatim suara-suara masyarakat dan rencana Polri sendiri, kemudian yang dua halaman itu resume," kata Mahfud.
2. Ada tiga ribu halaman

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, yang juga anggota Komisi Reformasi Polri, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, ada tiga ribu halaman dalam laporan tersebut.
"Ada laporan setebal 3.000 halaman, ada 300 halaman, ada yang cuma 3 halaman. Jadi bisa dibaca oleh Pak Presiden secara singkat sehingga dapat dipahami dengan baik oleh Beliau," ucap Yusril.
3. Menunggu arahan dari Presiden

Yusril mengatakan, Komisi Percepatan Reformasi Polri masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo terkait laporan yang dibuat.
"Usulan-usulan yang disampaikan oleh Komite Percepatan Reformasi Polri kepada Presiden. Nah untuk selanjutnya tentu kami akan menunggu apa arahan dari Pak Presiden setelah Beliau membaca laporan dari dan saran-saran dari Komite Percepatan Reformasi Polri ini," imbuhnya.
















