Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Kader PPP Gugat Taj Yasin dan Agus Suparmanto ke PN Jakpus
Tim penyelesaian konflik PPP. (Dok. Istimewa).
  • Sejumlah kader PPP menggugat Taj Yasin dan Agus Suparmanto ke PN Jakarta Pusat karena tidak puas dengan hasil penyelesaian sengketa internal partai yang dianggap tidak sesuai tuntutan mereka.
  • Gugatan muncul setelah rekonsiliasi dualisme kepemimpinan PPP antara kubu Mardiono dan Agus, di mana Mardiono ditetapkan sebagai ketua umum dan Agus menjadi wakil ketua umum.
  • Politikus senior Romahurmuziy mengajak seluruh kader PPP fokus konsolidasi partai serta memulihkan kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029, sambil meminta maaf atas kegaduhan internal yang terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa orang dari partai PPP marah sama Pak Taj Yasin dan Pak Agus Suparmanto. Mereka bawa masalah ini ke pengadilan karena merasa tidak senang dengan keputusan di partainya. Katanya, dua orang itu bikin ribut di dalam partai. Sekarang pengadilan mau lihat siapa yang benar, dan orang-orang disuruh rukun lagi biar bisa siap ikut pemilu nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggugat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Taj Yasin dan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP Agus Suparmanto ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Senin (18/5/2026).

Kuasa hukum para penggugat, Fendy Ariyanto, mengatakan, gugatan dilayangkan karena para kader merasa tidak puas dengan enyelesaian sengketa di internal partai berlambang ka'bah itu. Adapun gugatan tersebut terdaftar dengan nomor register PNJKT.PST-18052026XSJ.

“Hari ini kami secara resmi telah mendaftarkan gugatan terhadap Taj Yasin dan Agus Suparmanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karena sebelumnya, hasil keputusan tim penyelesaian sengketa internal PPP tidak memberhentikan sebagaimana tuntanan para kader,” ujar Fendy kepada wartawan.

1. Taj Yasin dan Agus Suparmanto dinilai bikin kegaduhan

Kader PPP gugat Sekjen dan waketum ke PN Jakpus. (Dok. Istimewa).

Fendy menjelaskan, gugatan tersebut diajukan karena Taj Yasin dan Agus Suparmanto dinilai telah menimbulkan kegaduhan di internal partai. Selain itu, para kader juga mempertanyakan status Agus Suparmanto yang disebut belum pernah terdaftar sebagai kader partai.

“Keduanya dianggap telah menimbulkan kegaduhan di internal partai. Sementara itu, Pak Agus Suparmanto sendiri belum pernah terdaftar sebagai kader PPP," kata dia.

Gugatan tersebut diajukan oleh sejumlah kader PPP dari berbagai daerah. Mereka di antaranya Ketua DPC PPP Kabupaten Bone Khairul Amran, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bone Rangga Risaswar, Ketua DPC PPP Jakarta Selatan M. Nasir, Sekretaris Wilayah DPW PPP Banten Uhen Zuhaeni, Ketua DPC PPP Palembang Muhammad Sulaiman, serta Sekretaris DPC PPP Palembang Ahmad Zaky Wahid Amrullah.

2. Dualisme PPP berakhir usai Mardiono-Agus islah

Konferensi pers Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas bersama pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta (6/10/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sebelumnya, Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, mewadahi rekonsiliasi dualisme kepemimpinan PPP kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto. Hasil rekonsiliasi kedua kubu disepakati, Mardiono menjadi ketua umum PPP, sedangkan Agus ditunjuk sebagai wakil ketua umum.

Kemudian, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menjadi Sekjen PPP dan Imam Fauzan Amir Uskara sebagai bendahara umum. Adapun, rekonsiliasi ini dilakukan lantaran kedua kubu sempat saling mengklaim sebagai ketua umum PPP pada Muktamar X di Ancol, Jakarta pada akhir September lalu.

"Hari ini saya mengeluarkan surat keputusan Menteri Hukum yang baru, di mana Pak Haji Muhamad Mardiono tetap menjadi Ketua Umum PPP. Kemudian Pak Agus menjadi wakil ketua umum, kemudian Pak Gus Yasin menjadi sekretaris jenderal, dan Fauzan menjadi bendahara umum," kata Supratman di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Senin 6 Oktober 2025.

3. Romy ajak kader fokus konsolidasi partai

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muchammad Romahurmuziy. (www.instagram.com/@romahurmuziy)

Politikus senior PPP Romahurmuziy atau Rommy mengajak seluruh kader fokus pada konsolidasi partai, dan bersiap menyambut Pemilu 2029. Dia pun meminta maaf kepada semua pihak terhadap kegaduhan yang terjadi selama proses pemilihan ketua umum baru PPP.

Rommy mengajak semua pihak untuk merangkul kembali simpati publik untuk menyongsong Pemilu 2029, sehingga PPP kembali mendapatkan kepercayaan pada pemilu yang akan datang.

“Mari bersatu kembali, fokus konsolidasi partai, dan merengkuh kembali simpati publik. Atas nama keluarga besar PPP, saya juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, atas kegaduhan selama sepekan terakhir yang tersiar di media akibat Muktamar X PPP,” kata dia.

“Sekaligus kami memohon kritik, saran, dan doa untuk perbaikan kami agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan publik pada Pemilu 2029 untuk kembali ke Senayan,” sambung dia.

Editorial Team