Comscore Tracker

Kemenkes: Diamond Princess Diduga Jadi Episentrum Baru COVID-19

Kemenkes mendesak agar semua kru RI segera dievakuasi

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengaku khawatir kapal Diamond Princess yang kini menjadi tempat bekerja bagi 74 WNI sudah menjadi episentrum baru bagi virus corona atau yang kini disebut COVID-19. Artinya, semua penumpang dan kru yang berada di kapal itu berpotensi terinfeksi virus mematikan itu. 

Bahkan, menurut analisa Kemenkes, prosentase orang yang terkonfirmasi terjangkit virus di dalam kapal tersebut lebih tinggi dibandingkan lokasi awal kemunculan COVID-19. Prosentase orang yang terkonfirmasi kena virus itu di Diamond Princess mencapai 15 persen. Sedangkan, di Provinsi Hubei, Tiongkok, jumlah warga yang terinfeksi hanya mencapai 5 persen saja. Oleh seba itu, Yuri menyarankan semua orang yang sempat berada di kapal itu harus diawasi. 

“Kita kemudian perlu memberikan perhatian khusus terhadap (penumpang dan kru di)Diamond Princess. Ternyata kapal ini sudah menjadi episentrum baru yang analog dengan apa yang terjadi di Kota Wuhan. Artinya, orang yang berada di dalam itu sudah sangat-sangat mungkin ketularan. Kalau di Wuhan di Hubei khususnya kalau kita lihat maka kejadian confirmed COVID ini hanya sekitar 5% dari populasi yang ada di situ, tetapi di kapal ini angkanya sudah 15%. Berarti, sudah lebih harus harus diawasi,”  ungkap Yuri ketika memberikan keterangan pers di Gedung Adyatma Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (21/2). 

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencegah agar WNI di sana tidak benar-benar terinfeksi?

1. Kemenkes khawatir kapal Diamond Princess menjadi tempat munculnya mutasi baru virus corona

Kemenkes: Diamond Princess Diduga Jadi Episentrum Baru COVID-19(ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI)

Ketika memberikan keterangan pers, Yuri mewanti-wanti kondisi kapal Diamond Princess yang kemungkinan sudah menjadi episentrum baru, maka dikhawatirkan bisa memunculkan mutasi baru bagi CODIV-19. Ia menyebut karena ada kekhawatiran itu akhirnya mendorong Pemerintah Jepang tidak melakukan karantina di darat bagi kru kapal pesiar tersebut. Oleh sebab itu, maka 74 WNI yang masih berada di kapal itu harus segera dijemput. 

“Karena dengan munculnya episentrum yang baru di kapal dan kemudian dilihat dari tren penyakitnya seperti apa yang terjadi di Cina (Tiongkok) maka pada kelompok ini sudah dikhawatirkan munculnya mutasi baru dari COCID-19,” ungkap Yuri. 

Baca Juga: Jepang Dikritik Soal Prosedur Karantina di Diamond Princess Tak Cermat

2. Kemenkes sebut orang yang tertular COVID-19 sudah tak lagi menunjukkan gejala

Kemenkes: Diamond Princess Diduga Jadi Episentrum Baru COVID-19Achmad Yurianto Sekretaris Dirjen P2P Kemenkes (IDNTimes/Aldzah Aditya)

Selain itu Yuri juga mengingatkan kini untuk menilai apakah seseorang sudah tertular virus corona tak lagi bisa dilihat dari gejala yang ada. Sebab, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari badan kesehatan dunia (WHO), gejala klinis dari orang yang tertular virus itu semakin ringan. Bahkan, ada pula orang yang dilaporkan sudah tertular virus corona namun tidak menunjukkan gejala apapun. 

“Kelihatannya sekarang justru positif (terinfeksi corona) tetapi gejala klinisnya semakin ringan. Bahkan, beberapa dilaporkan tanpa gejala, tetapi positif,” katanya.

3. COVID-19 alami pergeseran menjadi seasonal flu

Kemenkes: Diamond Princess Diduga Jadi Episentrum Baru COVID-19Warga Beijing diminta pemerintah untuk mengkarantina diri selama 14 hari. Photo: theepochtimes.com

Dengan semakin ringannya gejala klinis yang dialami oleh penderita, maka COVID-19 pun dilihat mulai bergeser menjadi seasonal flu. Ia menjelaskan, ada orang yang positif COVID-19 tetapi suhu badannya tidak terlalu tinggi.

“Mulai bergeser menjadi seperti flu biasa seperti seasonal flu, atau seperti menyusul empat saudaranya yang lain yang sekarang jadi seasonal flu karena corona. Tetapi positif tanpa gejala, positif dengan gejala yang minimal lah gitu ya,” kata Yuri. 

https://www.youtube.com/embed/11Z_De-8EJY

Baca Juga: 3 Golongan Orang yang Paling Rentan Terserang Virus Corona, Hati-hati!

Topic:

  • Santi Dewi
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya