Comscore Tracker

Pecah Rekor! 3 Hari Berturut-turut Kasus Baru COVID-19 di Atas 2.000 

Total kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 137.468

Jakarta, IDN Times - Kasus virus corona terus menanjak di Indonesia. Satgas Penanganan COVID-19, Sabtu (15/8/2020), mengumumkan ada penambahan 2.345 kasus baru COVID-19 hari ini. Dengan demikian, total kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 137.468.

Kenaikan kasus COVID-19 hari ini dan beberapa hari sebelumnya terbilang tinggi. Misalnya saja pada Jumat 14 Agustus 2020, kasus COVID-19 juga naik sebanyak 2.307. Sedangkan pada Kamis 13 Agustus 2020, kenaikan kasus harian COVID-19 mencapai 2.098.

Baca Juga: Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Jumat 14 Agustus 2020 

1. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

Pecah Rekor! 3 Hari Berturut-turut Kasus Baru COVID-19 di Atas 2.000 Ilustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 865 kasus
2. Bali 4.024 kasus
3. Banten 2.241 kasus
4. Bangka Belitung 207 kasus
5. Bengkulu 277 kasus
6. Yogyakarta 992 kasus
7. DKI Jakarta 28.882 kasus
8. Jambi 225 kasus
9. Jawa Barat 8.512 kasus
10. Jawa Tengah 11.417 kasus
11. Jawa Timur 27.415 kasus
12. Kalimantan Barat 447 kasus
13. Kalimantan Timur 2.283 kasus
14. Kalimantan Tengah 2.188 kasus
15. Kalimantan Selatan 7.051 kasus
16. Kalimantan Utara 325 kasus
17. Kepulauan Riau 647 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.421 kasus
19. Sumatera Selatan 3.880 kasus
20. Sumatera Barat 1.337 kasus
21. Sulawesi Utara 3.261 kasus
22. Sumatera Utara 5.622 kasus
23. Sulawesi Tenggara 1.167 kasus
24. Sulawesi Selatan 10.895 kasus
25. Sulawesi Tengah 223 kasus
26. Lampung 332 kasus
27. Riau 959 kasus
28. Maluku Utara 1.739 kasus
29. Maluku 1.449 kasus
30. Papua Barat 601 kasus
31. Papua 3.345 kasus
32. Sulawesi Barat 306 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 165 kasus
34. Gorontalo 1.715 kasus

2. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Pecah Rekor! 3 Hari Berturut-turut Kasus Baru COVID-19 di Atas 2.000 Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar rapid test massal gratis di Pasar Perumnas, Kecamatan Way Halim, Kamis (13/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

3. Kasus positif COVID-19 di dunia telah mencapai 21,3 juta orang

Pecah Rekor! 3 Hari Berturut-turut Kasus Baru COVID-19 di Atas 2.000 Ilustrasi Suasana Pandemik COVID-19 di Kota Guatemala, Amerika (ANTARA FOTO/Press Service of The Presidency)

Mengutip situs worldometers.info, hingga 15 Agustus 2020 pukul 16.15 WIB, secara global terdapat 21.376.600 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 5.476.266 kasus.

Dari 21,3 juta kasus itu, 763.800 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 14.162.870 orang.

4. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

Pecah Rekor! 3 Hari Berturut-turut Kasus Baru COVID-19 di Atas 2.000 Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: Waspada! Pakai Masker di Dagu dan Leher Akan Ditindak Satpol PP DKI

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya