Jakarta, IDN Times - Kematian seorang siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam sekaligus membuka kembali persoalan serius tentang kemiskinan dan akses pendidikan di Indonesia.
Bocah berusia 10 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku tulis dan pena seharga kurang dari Rp10 ribu, sebuah fakta yang mengguncang nurani publik. Peristiwa memilukan ini langsung menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk pegiat hak asasi manusia.
