TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ini Cara Pencegahan Virus Corona untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Ibu hamil dan ibu menyusui juga berpotensi terpapar virus

Ilustrasi ibu hamil. (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI JAYA) menyerukan keamanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak dari meluasnya wabah virus corona COVID-19 di Indonesia.

Humas POGI Jaya Elizabeth mengatakan, perempuan hamil dan bayi yang baru lahir seharusnya dianggap sebagai populasi berisiko utama dalam strategi yang berfokus pada pencegahan dan manajemen Infeksi virus corona COVID-19.

"Berdasarkan beberapa contoh kasus pada penanganan Coronavirus sebelumnya (SARS-CoV dan MERS-CoV) dan beberapa kasus COVID-19, dipercaya bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Selasa (17/3).

Baca Juga: 1.500 Mahasiswa Unmul Gagal Wisuda karena Virus Corona

1. Ibu hamil dan ibu menyusui perlu meningkatkan imunitas tubuh untuk cegah COVID-19

Upaya pencegahan stunting. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Sekjen POGI JAYA dr. Ulul Albab mengatakan, meski masih belum diumumkan ada kasus ibu hamil dan ibu menyusui di Indonesia terpapar virus corona, namun kedua kelompok ini juga tetap perlu waspada. Misalnya, dengan senantiasa meningkatkan imunitas tubuh mereka.

"Ibu hamil dan ibu menyusui rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal, sehingga secara otomatis daya tahan tubuh mereka lebih rendah," ujarnya.

2. Apabila mengalami gejala virus corona segera konsultasi ke dokter

(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Ulul menegaskan, saat ibu hamil dan menyusui mengalami gejala flu dan atau gejala virus corona lainnya, diharapkan segera memeriksakan diri ke dokter kandungan dan mintalah untuk sekaligus melakukan pemeriksaan virus. Hal itu bertujuan agar dokter dapat merekomendasikan perawatan terbaik bagi pasien untuk mencegah pemaparan virus lebih jauh.

Selain itu, ia juga meminta agar pihak rumah sakit memperhatikan keselamatan para tenaga medis yang sedang hamil saat bertugas.

"Prioritas alat peralatan keselamatan harus diutamakan bagi para tenaga medis yang sedang hamil tersebut," tuturnya.

3. Ibu hamil yang akan melahirkan namun dengan dugaan atau terinfeksi virus corona, segera atur jadwal persalinan

Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit. IDN Times/Istimewa

Ulul juga menjelaskan, walaupun melalui beberapa penelitian virus belum bisa menular dari ibu ke anak dari proses bersalin, sebagai pendekatan pencegahan, ibu hamil yang ingin melahirkan dengan dugaan atau dikonfirmasi virus corona, disarankan untuk menemui dokter kandungan dan mengatur rencana jadwal kelahiran.

"Selain itu, hingga kini belum ditemukan bukti bahwa virus dapat dibawa dalam ASI, sehingga sang bayi dapat merasakan manfaat menyusui melebihi potensi risiko penularan virus corona melalui ASI," jelasnya.

4. Terapi suportif dengan pertimbangan fisiologis kehamilan bagi ibu hamil terinfeksi virus corona

IDN Times/Arief Rahmat

Ulul juga menyarankan agar ibu hamil dengan dugaan atau konfirmasi infeksi virus corona harus diobati dengan terapi suportif, dengan mempertimbangkan adaptasi fisiologis kehamilan. Persalinan darurat dan keputusan darurat lainnnya didasarkan pada banyak faktor.

"Misalnya saja usia kehamilan, kondisi sang ibu, dan stabilitas janin. Konsultasi dengan spesialis kebidanan, neonatal, dan perawatan intensif (tergantung pada kondisinya) sangat lah penting," ungkap Ulul.

Baca Juga: Depok Siaga Virus Corona, Ini Antisipasi Wali Kota untuk Warganya

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya