TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Keutamaan Surah Al-Kausar yang Luar Biasa

Al-Kausar adalah nama sungai di surga

Ilustrasi Al-Qur'an (IDN Times/Besse Fadhilah)

Jakarta, IDN Times - Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Al-Qur’an dan tergolong dalam surah makiyah. Surah ini juga dapat dikatakan sebagai surah terpendek dalam Al-Qur’an, sebab hanya memiliki tiga ayat.

Walaupun hanya memiliki tiga ayat saja, surah ini memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Surat Al-Kausar merupakan nama dari sugai di surga yang diciptakan Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW.

Al-Kausar juga berarti nikmat yang banyak yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya sesuai dengan arti pada ayat pertama.

Baca Juga: Makna di Balik Surah An-Nisa' Ayat 59, tentang Pengamalan Kitab Suci

1. Asbabun Nuzul surah Al-Kausar

Ilustrasi Al-Qur'an (IDN Times/Besse Fadhilah)

Seperti dengan artinya sebagai nikmat yang banyak, Allah SWT menurunkan surah Al-Kausar sebagai peneguh hati dan kabar gembira bagi Rasulullah SAW dan juga umatnya.

Dikutip dari buku Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, suatu ketika Rasulullah SAW tertidur sebentar, lalu mengangkat kepalanya seraya tersenyum.

Melihat hal tersebut, sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “mengapa engkau tersenyum?”. Rasulullah pun menjawab, “Ada surah turun kepadaku”. Ia pun membacakannya kepada para sahabat.

Setelah itu, Rasulullah SAW bertanya kepadaa para sahabat, “Tahukah kalian apa itu Al-Kausar?”. Para sahabat pun menjawab, “Allah SWT dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Rasulullah SAW bersabda:

Ia (Al-Kausar) adalah sungai yang diberikan kepadaku oleh Allah SWT kelak di surga. Sungai itu mempunnyai banyak kebaikan. Pada hari kiamat, umatku mendatanginya untuk minum. Wadah-wadahnya sebanyak jumlah bintang-bintang. Ada seorang hamba dari umatku yang kesusahan, lantas aku berkata, “Wahai Tuhanku, dia adalah umatku”, lantas dijawab, ”Kamu tidak tahu apa yang telah mereka lakukan sepeninggalanmu.”

2. Al-Kausar menjadi jawaban dari surah sebelumnya

Ilustrasi Al-Quran (IDN Times/Rochmanudin)

Dikutip dari buku The Unity of Al-Qur’an karya Amir Faishol, Al-Kausar seakan menjadi kebalikan dari surah sebelumnya, sebelum surah Al-Kausar adalah surah Al-Maun dalam surah ini Allah SWT menjelaskan empat sifat orang munafik sebagai berikut:

  • Bakhil atau menahan sesuatu, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Ma’un ayat 2 dan 3.
  • Meninggalkan sholat, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Ma’un ayat 5.
  • Riya’, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Ma’un ayat 6.
  • Tidak mau berzakat, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Ma’un ayat 7.

Dalam surah Al-Kausar, Allah SWT juga menjelaskan empat sifat yang bertolak belakang dengan sifat-sifat orang munafik dalam surah Al-Ma’un, sebagai berikut:

  • Banyak memberi, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Kausar ayat 1.
  • Menegakkan sholat, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Kausar ayat 2.
  • Ikhlas, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Kausar ayat 2.
  • Berqurban, sebagaimana disebutkan pada surah Al-Kausar ayat 2.

Selain itu, pada ayat ketiga surah Al-Kausar, “Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus”. Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang munafik yang mengerjakan perbuatan buruk seperti yang disebutkan dalam surah Al-Ma’un akan hilang pengaruhnya dan tidak ada kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat.

Baca Juga: Doa Sebelum dan Sesudah Membaca Al-Qur'an Beserta Keutamaannya

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya