TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Mengharukan, Buruh Ini Nekat Curi HP demi Anaknya Bisa Belajar Online

Sejak pandemik corona, sang anak belum pernah belajar online

Suasana pembelajaran pada Masa Transisi COVID-19 di Kelurahan Jatirahayu Rabu (5/7/2020) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Jakarta, IDN Times - Kisah mengharukan di tengah pandemik COVID-19 datang dari Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seorang bapak-bapak, Aj, nekat mencuri smartphone demi anaknya bisa belajar online sesuai kebijakan pemerintah saat ini.

Dilansir dari akun media sosial Facebook Yuni Rusmini, pria 40 tahun itu mengungkapkan, anaknya ingin seperti teman-temannya yang bisa belajar melalui smartphone.

"Sejak masuk kelas satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di saat corona, anak saya belum sekalipun mengikuti pelajaran secara online," ujarnya sedih.

Baca Juga: KPAI Terima 213 Aduan Belajar Jarak Jauh dari TK sampai SMA

1. Buruh serabutan itu kembalikan smartphone yang dicuri

Ilustrasi pencurian (IDN Times/Mardya Shakti)

Cerita buruh serabutan tersebut menggetarkan hati Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariyadi.

Sugeng mengungkapkan, setelah kepergok usai mencuri handphone, pria itu mengembalikan kepada pemiliknya dan meminta maaf.

"Setelah saya mendengar cerita itu, kami meminta sejumlah staf Kejaksaan Negeri Garut langsung menelusuri keberadaan Aj dan keluarga," ujarnya.

2. Kepala Kejaksaan Garut berikan smartphone agar anak buruh tersebut bisa belajar online

Ilustrasi belajar online dengan manfaatkan wifi gratis (IDN Times/Dini suciatiningrum)

Sugeng kemudian memberikan smartphone untuk dipergunakan anak Aj belajar online pada masa pandemik virus corona ini.

"Saya perintahkan Kasi Pidum untuk segera mengganti handphone yang sudah dikembalikan agar si anak bisa tetap belajar secara online," ujar Sugeng.

3. Sang anak belum pernah belajar online

Pelajar di Kelurahan Jati Rahayu manfaatkan wifi gratis untuk belajar online di aula kelurahan Jati Rahayu, Pondok Gede, Bekasi (IDN Times/Dini suciatiningrum)

Sugeng mengatakan, memang sejak Pembelajaran Jarak Jauh, anak Aj belum pernah mengecap rasanya belajar online karena tidak punya handphone, sehingga nekat mencuri.

Sugeng mengakui bahwa perbuatan mencuri merupakan tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum. Namun dari kemanusiaan, Aj hanya memperjuangkan agar anaknya bisa belajar.

"Masih beruntung si korban ini tak melanjutkan proses hukum. Ya kami sekaligus memberikan sosialisasi tentang sadar hukum," katanya.

Baca Juga: Demi Belajar Online, Siswa Panjat Pohon dan Mendaki Lereng Gunung

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya