TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Gunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan Pagi Ini 

Masyarakat diminta waspada pada potensi awan panas guguran

Rumah warga rusak tertimbun guguran awan panas erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (dok. Humas Pemprov Jatim)

Jakarta, IDN Times - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Yadi Yuliandi mengatakan berdasarkan pengamatan kegempaan aktivitas Gunung Semeru pada Sabtu pukul 00.00-06.00 WIB terjadi sebanyak 21 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 17-22 mm dengan lama gempa 75-155 detik.

"Dalam seismograf juga terekam terjadi satu kali harmonik dengan amplitudo 155 dan lama gempa 215 detik," katanya di Pos Pengamatan Gunung api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikutip dari ANTARA, Sabtu (25/3/2022).

Selain itu, lanjut dia, terjadi satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 24 mm dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-14 mm.

 

 

Baca Juga: Mitigasi dan Ritual, Cara Mereka Berdamai dengan Semeru

1. Status Semeru masih Siaga

Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Untuk pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas, asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan dan barat daya.

Status Gunung Semeru masih pada level III atau Siaga, sehingga masyarakat diimbau untuk mematuhi semua rekomendasi yang sudah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

2. Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak

Warga mencari sisa barang dari rumahnya yang hancur akibat erupsi gunung Semeru di desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Ia menjelaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat di lereng Semeru juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Baca Juga: Erupsi Semeru, Bandara Juanda hingga Malang Tetap Beroperasi

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya