TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Haddad Alwi Alami Persekusi, Pengacara Tidak Akan Lapor Polisi

Polisi bisa memproses hukum tanpa ada laporan dari korban

(Instagram/@abihaddadalwi)

Jakarta, IDN Times - Pengacara Haddad Alwi, Muannas Alaidid mengatakan, pihaknya tidak akan melapor ke pihak berwajib terkait aksi sekelompok massa yang melakukan persekusi kepada kliennya.

Muannas menjelaskan, polisi seharusnya bisa mengambil tindakan hukum sendiri meskipun tidak ada yang membuat laporan.

“Karena bukan delik aduan, polisi bisa proses hukum tanpa korban laporkan, Haddad Alwi nampaknya tidak akan melaporkan,” kata Muannas saat dikonfirmasi IDN Times, Minggu (22/12).

Baca Juga: Saat Selawat di Sukabumi Haddad Alwi Dipersekusi, Ini Kronologinya!

1. Tuduhan syiah kepada Haddad Alwi dinilai tidak mendasar

Instagram @abihaddadalwi

Menurut Muannas, tuduhan sekelompok massa bahwa Haddad Alwi menganut ajaran syiah tidak mendasar dan tanpa bukti yang jelas.

“Itu masuk dalam rumusan delik pidana Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” jelasnya.

2. Video yang viral bisa jadi bukti polisi untuk menangkap pelaku persekusi

Video pengusiran Haddad Alwi di Sukabumi

Pasal tersebut, kata Muannas, telah memperkuat bukti polisi untuk mencari para pelaku persekusi tersebut, mengingat videonya telah beredar luas dan viral di media sosial.

“Salah satu bunyi klausulnya, barang siapa dengan sengaja menyebarkan berita bohong yang dapat menimbulkan kegaduhan di tengah rakyat, diancam pidana selama-lamanya 10 tahun,” Muannas menegaskan.

“Jadi tanpa harus melaporkan, polisi sudah bisa bekerja menyelidiki dengan meminta keterangan saksi, termasuk panitia acara yang bertanggung jawab, menemukan adanya peristiwa pidana dan menetapkan pelakunya,” imbuh dia.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya