TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pemkot Bekasi Masih Imbau Masyarakat Gunakan Masker

Pemkot Bekasi masih menunggu aturan dari pemerintah pusat

Ilustrasi antrean saat Mal di Jakarta kembali dibuka pada 15 Juni 2020 (IDN Times/Athif Aiman)

Bekasi, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah mencabut aturan penggunaan masker di ruang terbuka. Namun, Pemerintah Kota Bekasi masih mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker. 

"Kita tetap mengimbau (tetap menggunakan masker), kita jangan euforia dulu tiba-tiba sombong, itu malah nanti gimana, kita tidak pernah tahu kan. Jadi berharap saja (tidak terjadi apa-apa)," kata Pelaksana tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada wartawan, Kamis (19/5/2022). 

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi Cabut Aturan Penggunaan Masker di Ruang Terbuka

1. Penggunaan masker sudah jadi kebiasaan

ilustrasi warga menggunakan masker (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Setelah Presiden mencabut aturan penggunaan masker di ruang terbuka, lanjut Tri, dia masih melihat warganya tetap menggunakan masker meski di luar ruangan. Dia juga menyebut penggunaan masker sudah menjadi kebiasaan. 

"Terus juga di antara kita pakai masker itu udah jadi habit (kebiasaan), sampai kapan habitnya, ya sampai nanti melihat orang lain gak pakai masker lagi," katanya. 

Selain sudah jadi kebiasaan, penggunaan masker juga untuk menghindari udara Kota Bekasi yang kurang bagus. 

"Kalau dari sisi kesehatan pakai masker jadi lebih sehat, karena udara di Kota Bekasi ini udara kita kurang bagus," katanya. 

2. Pemkot Bekasi masih menunggu aturan dari pemerintah pusat

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri juga mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait penggunaan masker agar dapat diterapkan di Kota Bekasi. 

"Kita tetap menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, kelonggaran seperti apa," katanya. 

Jika sudah jelas peraturannya, pihaknya akan membolehkan kegiatan seperti konser yang dapat meningkatkan ekonomi di Kota Bekasi. 

"Bagaimanapun juga sebagi kota jasa dan perdagangan, kita butuh event dan banyak kegiatan yang melibatkan stakeholder, dan mengharapkan orang datang dan berkumpul untuk mendapatkan pendapatan terkait kegiatan yang ada," jelasnya. 

Baca Juga: Ormas Bikin Resah, Warga di Bekasi Minta Perlindungan Polisi

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya