TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Luncurkan Kredit Pendidikan, Mahasiswa Dibebani Bunga 6,5 Persen

Kredit pendidikan diklaim bisa meringankan beban orangtua

IDN Times/Sukma Shakti

Jakarta, IDN Times - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan Program Kredit Pendidikan Bank Tabungan Negara (BTN) di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (10/4).

"Diharapkan kerja sama ini berkontribusi pada peningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia," kata Nasir.

Baca juga: Lebih Penting dari IPK Tinggi, 7 Kunci Sukses Mahasiswa di Dunia Kerja

1. Kredit pendidikan diklaim dapat meringankan beban orang tua

IDN Times/Sukma Shakti

Nasir mengatakan permasalahan saat ini adalah banyak orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi. Kemenristekdikti sendiri mengalokasikan anggaran beasiswa bidikmisi sebesar Rp 4,9 triliun.

"Dengan bantuan dari Bank BTN harapannya permasalahan ini bisa diselesaikan," pungkasnya.

Terkait kredit pendidikan, Nasir mengatakan dirinya pun dulu juga menggunakan produk pembiayaan pendidikan bernama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Karenanya, melalui kredit pendidikan dari Bank BTN ini Nasir berharap anak Indonesia bisa menyelesaikan kuliahnya dan bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Kendati demikian, Nasir berharap kepada BTN agar bisa memberikan grace periode sehingga pokok pinjaman bisa dibayarkan pada saat sudah mendapatkan pekerjaan. Nasir pun berharap nantinya bunga student loan sebesar 0 persen sesuai UU No.12/2012.

"Sekarang masih menunggu peraturan dari Menko Perekonomian. Mungkin nanti dalam bentuk Perpres," terangnya. 

2. Bunga kredit sebesar 6,5 persen

IDN Times/Sukma Shakti

Bank BTN meluncurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan plafon hingga Rp200 juta dan bunga hanya 6,5% flat selama 5 tahun. Kredit tersebut dapat diajukan oleh mahasiswa jenjang S1 hingga S3. Direktur Utama Bank BTN Maryono mengklaim, pinjaman tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Ini merupakan pengembangan dari kredit tanpa agunan. Disesuaikan dengan cashflow yang bersangkutan, jadi bisa untuk yang memiliki pendapatan tetap atau tidak tetap, seperti KPR. Tergantung dari cashflow mereka sisanya berapa," ujar Maryono.

Baca juga: Kami Tahu Tipe Mahasiswa Seperti Apa Kamu Saat Ujian!

 

 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya