TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Novanto dan Golkar Disebut-sebut di Sidang Kasus Bakamla

Ada kaitan dengan Golkar?

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Jakarta, IDN Times - Managing Director PT Rohde and Schwarz Erwin Arif mengakui proyek satellite monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla) melibatkan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Kalau SN ini maksudnya siapa?" tanya jaksa penuntut umum KPK Kiki Ahmad Yani dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (24/1).

Baca juga: Saksi Ini Sebut Pernah Bicarakan Proyek E-KTP di Rumah Setya Novanto

1. Novanto dan Partai Golkar disebutkan 

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

"Kalau SN saya sebenarnya tidak kenal, dugaan saya Setya Novanto karena menyangkut Golkar," jawab Erwin seperti dilansir Antara.

Erwin bersaksi untuk Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) Nofel Hasan, yang didakwa menerima 104.500 dolar Singapura (sekitar Rp1,045 miliar) dari Fahmi Darmawasyah, karena memenangkan perusahan Fahmi dalam pengadaan drone dan satellite monitoring di Bakamla serta mengusahakan anggaran drone. 

2. Percakapan di grup media sosial

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Dalam sidang tersebut, jaksa menanyakan pada Erwin soal percakapan di grup WhatApp:

Fayakhun Andriadi: Bro tadi saya sudah ketemu onta, SN dan Kahar. Semula dari KaBa (Kepala Bakamla) yang sudah Ok drones, satmon belum. Tapi saya sudah 'paksa' bahwa harus drones + satmon total 850. Onta sudah konfirm dengan KaBa dan saya, ok untuk fahmi dapat 2 items, drones dan satmon, 850. Sekarang semestinya onta ketemu fahmi. Begitu OK, saya perlukan Senin dimulai didrop

Erwin Arief: Ok nanti aku kabarin Fahmi sekarang 

"Fahmi Alhabsy waktu itu konfirmasi, karena yang akan turun itu 850 (Rp850 miliar) dan itu yang komitmen Fahmi Darmawansyah dan Fahmi Alhabsy," jawab Erwin.

Fahmi Alhabsy alias Ali Fahmi atau juga dipanggil onta adalah Staf khusus Kepala Bakamla (KaBa) Arie Sudewo. Ali Fahmi menawarkan kepada Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah untuk main proyek di Bakamla dengan memberikan fee sebesar 15 persen dari nilai pengadaan.

"Kalau Kahar siapa?" tanya jaksa.

"Saya tidak tahu," jawab Erwin.

"Waktu itu deal antara Fahmi Alhabsy dan Fahmi Darmawansyah, waktu itu Fahmi Alhabsy tanya ke saya, apa Fahmi tetap commit. Saya jawab, saya mengerti dan akan saya sampaikan karena waktu itu komunikasinya antara Ali Fahmi dan Fahmi, tapi Ali Fahmi ke saya, dan saya ke dami," ungkap Erwin.

"Kalau kalimat `Bro tadi saya sudah ketemu onta, SN dan Kahar. Semula dari KaBa yang sudah Ok drones, satmon belum. Tapi saya sudah "paksa" bahwa harus drones + satmon total 850, maksudnya apa?" tanya jaksa.

"Pak Fayakhun waktu itu confirm` dana yang akan turun Rp450 miliar dan itu yang komitmennya Pak Fahmi dan Pak Fayakhun dan Fayakhun minta tolong apakah onta lalu saya blang, nanti akan saya sampaikan. Fahmi Habsyi itu keturunan Arab akhirnya dipanggilnya onta," jawab Erwin.

Baca juga: Andi Narogong Ungkap Bagi-bagi Duit di Rumah Novanto Hingga Ratusan Miliar

 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya