TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jokowi: 2021 Menjadi Tahun yang Sulit, COVID-19 Ngeri

Jokowi bersyukur kasus COVID-19 saat ini sudah turun

Presiden Jokowi hadir di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022 (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan, 2021 menjadi tahun yang sulit dan tidak mudah. Apalagi di tahun itu Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Delta di pertengahan tahun.

"Pada saat kasus harian kita mencapai 56 ribu itulah saat yang betul-betul saya ingat kengerian yang ada adalah kengerian karena di lorong-lorong rumah sakit, di halaman rumah sakit, semua penuh pasien COVID-19," kata Jokowi dalam sambutannya di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Jokowi Perpanjang Status Pandemik COVID-19 di Indonesia

1. Jokowi bersyukur kasus harian di RI hanya 174 orang

Presiden Jokowi hadir di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022 (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Meski demikian, Jokowi tetap bersyukur lantaran kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sudah turun. Dia menuturkan, kasus harian di Indonesia saat ini mencapai 174 kasus.

"Tapi alhamdulillah, pada hari kemarin, 2 Januari 2022, dari 56 ribu di pertengahan Juli (2021), kemarin berada di 174 kasus per hari. Dari 56 ribu turun menjadi 174 per hari, inilah yang harus kita syukuri dan kita jaga agar tidak terjadi kasus seperti kasus 2021 di pertengahan Juli tadi," ucap Jokowi.

2. Jokowi klaim kasus COVID-19 di RI lebih rendah dari negara lain

Ilustrasi mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut, total kasus COVID-19 di Indonesia tidak setinggi negara lain. Dia mengatakan, jumlah kasus COVID-19 hanya 1,6 persen dari total populasi di Indonesia.

"Jatuhnya di 4,6 juta. Amerika 16,8 (persen), Brasil 10,5 (persen), Rusia 7,2 (persen), India 2,5 (persen). Peringkat kita di 147 dari 222 negara ini patut kita syukuri dan pada hari ini juga patut kita syukuri," ujar Jokowi.

Baca Juga: [LINIMASA-4] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya