TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jokowi: Kalau Anak Sekolah Kena COVID-19, Jadi Serba Salah

Jokowi tetap ingin para siswa semangat belajar

Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Mengenai Penanganan COVID-19 dan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (24/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo melakukan perbincangan dengan seorang guru asal Padang, Rika Susi Waty, melalui panggilan video. Dalam perbincangan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa di masa pandemik ini memang susah untuk melakukan pendidikan tatap muka.

"Memang alangkah baiknya kalau tatap muka, tapi masa pandemik seperti ini memang risikonya kalau nanti anak terpapar COVID, ya semuanya menjadi salah," kata Jokowi dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Jokowi: Standar Normalitas Baru Harus Diterapkan di Perguruan Tinggi

1. Seorang guru SMP menceritakan pengalaman pendidikan jarak jauh kepada Jokowi

Dok. Biro Pers Kepresidenan

Dalam perbincangan tersebut, Jokowi menanyakan kepada Rika, guru matematika yang sehari-harinya mengajar di SMP Negeri 7 Padang, soal aktivitas belajar mengajar selama pandemi.

"Kita sudah enam bulan kegiatan belajar anak-anak ini lewat cara belajar online sampai sekarang. Bagaimana menurut Ibu?" tanya Jokowi.

Rika, yang juga menjabat sebagai Wakil Bidang Kesiswaan di sekolahnya, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, pembelajaran daring membuatnya sedikit kesulitan untuk memantau perkembangan anak didiknya secara langsung.

"Kita gak bisa memantau anak itu mampu atau tidak ya. Karena kita gak bisa (bertemu) langsung begitu, Pak," jawab Rika.

2. Masih ada beberapa siswa yang tak miliki gawai untuk pendidikan jarak jauh

IDN Times/Debbie Sutrisno

Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bertanya apakah seluruh siswa atau orang tua mereka memiliki perangkat telekomunikasi yang dapat digunakan untuk pendidikan jarak jauh. Rika pun menjawab bahwa memang beberapa anak didiknya mulanya tidak dapat mengikuti pembelajaran daring oleh karena ketiadaan gawai.

Namun, menurut Rika, pihak sekolah mencarikan solusi dan memfasilitasi para siswa tersebut untuk dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki sekolah.

"Kebetulan kita data betul anaknya, terus kita cek anaknya ke rumah. Memang tidak mampu. Jadi kita fasilitasi ke sekolah, Pak. Pakai komputer sekolah. Ada beberapa orang, gak banyak," tuturnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Anak Sekolah, Bantu Belajar di Rumah

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya