TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sedang Patroli, TNI AL Bekuk Kapal Taiwan di Perairan Natuna Utara 

Kini pihak TNI tengah memeriksa Kapal Taiwan itu

KRI Teuku Umar-385 mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Laut (AL) menangkap satu kapal ikan asing berbendera Taiwan di Laut Natuna Utara pada Jumat (22/1/2021). Kapal tersebut diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan yurisdiksi nasional Indonesia.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada kapal asing tersebut.

"Dalam patroli rutin yang dilakukan oleh KRI Usman Harun-359 pada Jumat mendapati kegiatan ilegal yang dilakukan kapal ikan asing berbendera Taiwan. Saat ini kapal ikan asing itu sedang ditarik ke Pangkalan TNI AL Ranai guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Rasyid seperti dikutip ANTARA, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga: Nelayan Lokal Natuna Jadi Takut Melaut Sejak Ada Kapal Ikan Asing

1. TNI AL berkomitmen menjaga wilayah perairan yuridiksi nasional

KRI Teuku Umar-385 melakukan peran muka belakang usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Rasyid menyampaikan, pihaknya memang tengah melaksanakan patroli di wilayah perairan yurisdiksi nasional. Hal itu untuk menjaga kedaulatan negara dan melakukan penegakan hukum pada kapal-kapal asing yang melanggar aturan.

"Salah satunya adalah pelanggaran Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing di Laut Natuna Utara yang merupakan wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Koarmada I," ujar Rasyid.

2. Kapal Taiwan sempat menghindar saat dikejar KRI

(TNI tengah menunjukkan pergerakan kapal coast guard Tiongkok di wilayah Natuna) ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat

KRI USH-359 yang sedang melakukan patroli rutin di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) mendeteksi adanya kontak asing. Mereka curiga itu merupakan kapal ikan yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Natuna Utara, di mana merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Komandan KRI Usman Harun (USH)-359 Kolonel Laut (P) Binsar Alfred Syaiful Sitorus, memerintahkan untuk mendekati dan memastikan kapal yang disinyalir sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal itu. Kapal ikan asing yang mengetahui kehadiran KRI tersebut berusaha menghindar dengan menambah kecepatan menjauh ke arah utara.

Komandan KRI USH-359 lalu memerintahkan peran tempur bahaya umum memberikan isyarat kepada kapal ikan asing untuk berhenti. Namun tidak diindahkan kapal itu. Pada akhirnya, kapal ikan asing dihentikan dan dirapatkan KRI, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Tim Visit Board Search and Seizure.

Baca Juga: TNI AL Periksa Benda Asing yang Diduga Drone Bawah Laut

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya