TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jaga Parkir Liar di Laga Persija, Remaja Ini Raup Rp150 Ribu

Memangnya boleh ya parkir liar?

IDN Times/Helmi Shemi

Jakarta, IDN Times - Menjelang laga Persija Jakarta melawan Arema, kemacetan tampak di berbagai sisi jalan. Meski polisi telah bersiaga di sekitar lokasi pertandingan, kemacetan tetap tidak terbendung. 

Selain kerumunan The Jak yang bersenandung di pinggir jalan guna memberi dukungan kepada tim kesayangannya, menjamurnya parkir liar, menjadi faktor tersendatnya lalu lintas di seputaran Gelora Bung Karno (GBK). 

Baca juga: Wow! Pedagang Souvenir Persija Bisa Raup Untung Hingga Rp3 Juta

1. Parkir liar dikelola kelompok tertentu

IDN Times/Helmi Shemi

Kepada IDN Times, salah satu remaja penjaga parkir liar bercerita kalau ada banyak lapak parkiran liar di GBK. Untuk setiap parkirannya, dikelola oleh kelompok tertentu. 

"Di lapak ini gue sama empat temen. Setiap lapaknya beda yang kelola bang," kata remaja yang tidak ingin disebut namanya di GBK, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3).

2. Setiap motor yang parkir dihargai Rp10 ribu

IDN Times/Helmi Shemi

Layaknya parkir liar pada umumnya, tarif yang ditentukan tidak berdasarkan durasi parkirnya. Dia menentukan harga untuk setiap motornya sebesar Rp10 ribu. 

"Tarif parkir motor semuanya Rp10 ribu. Parkir di sini saya berani jamin bang helm gak bakal hilang. Karena sampai sekarang memang belum ada laporan kehilangan," tambahnya. 

Baca juga: Babak Pertama: Persija Tahan Imbang Arema dengan Skor 1-1

 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya