Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Andrie Yunus Tolak Kunjungan Oditur Militer di RSCM Hari Ini
Oditur militer mendatangi RSCM untuk menjenguk aktivis HAM, Andrie Yunus. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Empat oditur militer mendatangi RSCM Jakarta untuk menjenguk aktivis HAM Andrie Yunus yang masih dirawat intensif di ruang ICU.
  • Kunjungan dilakukan sehari sebelum sidang lanjutan, di mana hakim meminta agar Andrie dapat memberikan kesaksian sebagai saksi korban.
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menolak kunjungan dari pihak TNI dan menegaskan hanya keluarga serta kuasa hukum yang boleh menjenguk Andrie.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini empat tentara datang ke rumah sakit RSCM di Jakarta. Mereka mau lihat Pak Andrie Yunus yang masih sakit di ruang ICU. Pak Andrie itu orang yang suka bantu orang lain soal hak manusia. Tapi pengacara dan keluarganya bilang tentara tidak boleh jenguk dia. Sekarang Pak Andrie masih dirawat di rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Empat oditur militer berkunjung ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Mereka hadir ke RSCM untuk menjenguk aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Andrie Yunus, yang masih dirawat secara intensif di ruang ICU.

Berdasarkan pantauan IDN Times, keempat oditur militer itu tiba sekitar pukul 09.50 WIB. Mereka mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) motif loreng sage. Kedatangan mereka ke RSCM dilakukan sehari sebelum sidang lanjutan pada Rabu, 13 Mei 3026. Hakim ketua meminta agar Andrie bisa didengarkan keterangannya sebagai saksi korban pada Rabu esok.

Konfirmasi kunjungan oditur militer disampaikan oleh Kepala Oditurat Militer II-07, Kolonel Chk Andri Wijaya.

"Jika sikon (situasi kondisi) memungkinkan dan mendapatkan izin dari RSCM sesuai surat kami kepada Kepala RSCM (akan dijenguk)," ujar Andri kepada IDN Times melalui pesan pendek, kemarin.

Sementara, tim kuasa hukum yang menamakan diri Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) sudah ikut berjaga di lantai dasar rumah sakit. Anggota TAUD, Airlangga Julio mengatakan kliennya tidak bersedia ditemui atau dijenguk siapapun yang berasal dari instansi TNI.

"Klien kami tidak bersedia untuk dikunjungi oleh siapapun dari instansi TNI," ujar Julio di depan RSCM, Jakarta Pusat.

Yang diperkenankan untuk menjenguk, kata Julio, hanya keluarga inti dan kuasa hukum. Ia menyebut selama ini oditur militer tak pernah mengirimkan surat atau membuka komunikasi dengan pihak TAUD. Mereka hanya berkirim surat permohonan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Ini mengindikasikan bahwa memang sejak awal proses peradilan militer tidak mengerti cara penegakan hukum yang adil dan patut serta memihak korban," tutur dia.

Editorial Team