Jakarta, IDN Times - Fakta baru terungkap dalam penanganan kasus pembunuhan seorang ibu berinisial FS di Medan, Sumatra Utara, yang diduga dilakukan oleh anaknya sendiri berusia 12 tahun. Dari hasil asesmen psikologis, anak tersebut diketahui memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi, baik secara intelegensi maupun akademik, namun berada dalam tekanan psikologis berat akibat lingkungan keluarga dan pola pengasuhan yang tidak mendukung.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menjelaskan, dari hasil pendampingan psikologis, Arifah menilai pendekatan rehabilitatif menjadi kunci utama, mengingat kapasitas kecerdasan anak tidak diiringi dengan dukungan emosional dan kesehatan mental keluarga yang memadai.
“Anak ini membutuhkan pemulihan, bukan stigma. Negara memastikan proses hukum berjalan seiring dengan upaya rehabilitasi dan pembinaan. Kasus ini menjadi refleksi bersama bahwa pola pengasuhan, ruang aman bagi anak untuk berekspresi, dan kesehatan mental keluarga harus menjadi perhatian kita semua,” kata Arifah dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/1/2026).
