Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahas Karier Politik, JK Sebut Orang Luar Jawa Sulit Jadi Presiden
Acara HUT ke-84 Tahun Jusuf Kalla di kediamannya, Jakarta Selatan (16/5/2026)(IDN Times/Uni Lubis)
  • Jusuf Kalla merayakan ulang tahunnya ke-84 dengan refleksi perjalanan hidupnya yang terbagi dalam tiga fase: pendidikan, bisnis, dan politik, serta kini fokus pada agama, bisnis, sosial, dan perdamaian.
  • Dalam pidatonya, JK menegaskan pentingnya memperbanyak amal dan ibadah di usia lanjut serta menyebut mendamaikan orang sebagai amal bernilai tinggi melebihi salat dan puasa.
  • Anies Baswedan memuji peran besar JK dalam menciptakan perdamaian di Indonesia seperti di Aceh, Ambon, dan Poso, serta mendoakan agar semangatnya terus menginspirasi generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
masa Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Jusuf Kalla mulai masuk dalam pemerintahan saat masa Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid. Ia diusulkan mewakili Indonesia Timur dan kemudian bergabung dalam kabinet.

periode 2004-2009

Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

periode 2014-2019

Jusuf Kalla kembali menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Joko Widodo.

16 Mei 2026

Jusuf Kalla merayakan ulang tahunnya yang ke-84 di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut ia menyampaikan pandangan tentang kesulitan tokoh luar Jawa menjadi presiden dan membagikan buku-buku tentang kiprahnya.

kini

Pada usia senjanya, Jusuf Kalla fokus pada kegiatan agama, bisnis, sosial, dan perdamaian. Ia juga masih diminta membantu penyelesaian konflik di dua negara serta terus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jusuf Kalla menyampaikan pandangan bahwa tokoh dari luar Pulau Jawa masih menghadapi kesulitan untuk menjadi presiden, dalam sambutannya pada perayaan ulang tahunnya yang ke-84.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, di hadapan keluarga, sahabat, serta sejumlah tokoh nasional seperti Anies Baswedan dan Rachmat Gobel.
  • Where?
    Acara berlangsung di kediaman Jusuf Kalla di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 16 Mei 2026, saat perayaan ulang tahun ke-84 Jusuf Kalla.
  • Why?
    Jusuf Kalla menilai pengalaman pribadinya menunjukkan bahwa faktor asal daerah masih menjadi tantangan besar bagi tokoh politik dari luar Jawa untuk memenangkan kontestasi nasional.
  • How?
    Pernyataan itu disampaikan secara langsung oleh Jusuf Kalla dalam pidato reflektif tentang perjalanan hidup dan karier politiknya di hadapan para tamu undangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Jusuf Kalla ulang tahun ke-84 di rumahnya. Banyak orang datang, ada Pak Anies juga. Pak JK cerita dulu dia sekolah, kerja bantu ayahnya, lalu jadi wakil presiden dua kali. Katanya orang luar Jawa susah jadi presiden. Sekarang dia sibuk urus masjid, bantu damai, dan ingin banyak beribadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perayaan ulang tahun ke-84 Jusuf Kalla menampilkan sosok yang tetap bersyukur, produktif, dan berkomitmen pada nilai pengabdian. Melalui refleksi hidupnya yang terbagi dalam tiga fase—pendidikan, bisnis, dan pemerintahan—JK menunjukkan konsistensi dalam belajar dan melayani. Kehadirannya yang masih aktif di bidang sosial dan perdamaian memperlihatkan semangat yang tidak pudar oleh usia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa orang-orang yang berada di luar Jawa masih kesulitan untuk bisa menjadi presiden.

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam sambutan di acara hari ulang tahunnya yang ke-84 di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/05/2026).

Pantauan IDN Times di lokasi, acara HUT ke-84 JK ini dihadiri kerabat dekat dan berbagai tokoh nasional. Di antaranya, Rachmat Gobel, Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Saleh Husin, Sudirman Said, Dubes Afghanistan di Indonesia, hingga aktivis berbagai organisasi.

JK juga membagikan sejumlah buku kepada tamu yang hadir di antaranya berjudul "Hentikan Konflik: 7 Kunci Sukses Perdamaian Jusuf Kalla," "Kepemimpinan Idiosinkratik Jusuf Kalla," "JK Dalam Pusaran Algoritma," dan "Jejak Kemanusiaan Jusuf Kalla."

Awalnya, JK mengisahkan karier politiknya saat mulai masuk dalam pemerintahan pada masa Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Kemudian waktu masuk politik, tidak sengaja sebenarnya. Ajak anggota MPR utusan daerah. Waktu tiba-tiba Pak Gus Dur usul kabinet, terus (bertanya), 'siapa yang mewakili Indonesia Timur?' Cuma satu yang bisa, cuma saya. Masuklah saya kabinet," kata JK.

Karier JK di dunia politik terus berlanjut. JK lalu menjalani seluruh tahapan politik secara bertahap mulai dari anggota DPR, menteri, sampai menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Dia pun dipercaya menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden periode 2004-2009 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

JK juga kembali ditunjuk menjadi wakil presiden mendampingi Presiden periode 2014-2019, Joko "Jokowi" Widodo. Namun, JK menyebut jalan politiknya untuk duduk di kursi presiden tidak berhasil.

Dia pun menyinggung, salah satu faktornya adalah masih menjadi tantangan bagi tokoh di luar Pulau Jawa untuk bisa memenangkan kontestasi politik nasional. JK sendiri berasal dari suku Bugis, kelahiran Watampone (Sulawesi Selatan).

"Jadi anggota DPR dulu, jadi menteri, kemudian jadi Menko Kesra, wakil presiden. Ke presiden, gagal. Memang kita orang luar Jawa, agak sulit," ujar JK.

1. JK pada usia 84 tahun, hidupnya terbagi jadi tiga bagian

Jusuf Kalla merayakan hari ulang tahun ke-84 di kediamannya, kawasan Jakarta Selatan (16/5/2026) (IDN Times/istimewa)

Dalam sambutannya, JK mengatakan, dirinya merayakan ulang tahunnya yang ke-84 dengan penuh rasa syukur. Dia membagikan refleksi perjalanan hidupnya, mulai dari masa sekolah, dunia usaha, hingga kiprahnya di pemerintahan dan perdamaian dunia.

Menurut JK, hidupnya terbagi menjadi tiga fase besar yang dijalani secara bertahap. Dia menilai, setiap proses dalam hidupnya memberi pelajaran penting tentang tanggung jawab dan pengabdian.

“Apabila kita bersyukur merayakan umur yang alhamdulillah cukup panjang, tentu kita merasa bersyukur atas apa yang telah kami lakukan,” ujar JK.

JK mengatakan, fase pertama hidupnya dihabiskan untuk pendidikan dan berorganisasi. Setelah itu, dia masuk ke dunia usaha untuk melanjutkan perusahaan milik ayahnya, sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan pemerintahan.

“Hidup saya itu terbagi tiga bagian. Sepertiga, sepertiga. Dari kecil sampai 25 tahun, sekolahan. Sambil aktif bermacam-macamlah kalau dihitung jumlahnya kegiatan itu. Segala macam organisasi dijalani, 25 tahun,” kata dia.

Dia mengaku sempat mendapat tawaran menjadi Kepala Bulog usai menyelesaikan skripsi tentang beras saat kuliah di Fakultas Ekonomi. Namun, sang ayah meminta dirinya fokus melanjutkan perusahaan keluarga.

“Begitu tanya Bapak saya, cuma satu jawabannya, ‘Jadi? Siapa lanjutkan perusahaan?’ Waduh,” ujar JK.

Dia mengatakan, perjalanan karier di dunia bisnis maupun politik juga dijalani secara bertahap. Mulai dari posisi kecil hingga akhirnya menjadi direktur utama perusahaan keluarga dan menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Pada usia senjanya, JK mengaku lebih fokus mengurus hal-hal yang dia singkat dengan istilah A-B-S-D, yakni agama, bisnis, sosial, dan damai.

“Sekarang, saya bilang saya hanya urus A-B-S-D. Urus agama, sebagai Ketua Dewan Masjid. Urus bisnis, lihat anak saya sini yang pegang, saya lihat-lihat saja,” kata dia.

Selain aktif di bidang sosial melalui PMI, JK juga masih terlibat dalam upaya perdamaian di sejumlah negara konflik. Namun, dia menegaskan proses perdamaian tidak boleh diumbar ke publik sebelum ada kemajuan signifikan.

“Prinsip saya perdamaian itu tidak boleh diumbar. Tidak boleh dipublikasikan sebelum mencapai 80 persen. Dulu Aceh begitu, tidak ada yang tahu bahwa ada pertemuan di Helsinki sampai selesai,” ujar dia.

JK juga mengungkapkan saat ini ada dua negara yang meminta bantuannya untuk membantu penyelesaian konflik.

“Insyaallah mudah-mudahan dua negara yang kami sedang garap, ini bukan saya bilang, mereka minta semua agar Bapak datang selesaikan konflik negaranya itu,” kata JK.

2. Pengingat untuk memperbanyak amal dan ibadah

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya, kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

JK juga turut memaknai usianya yang kini memasuki angka 84 tahun. Dia mengatakan, umur panjang seharusnya menjadi pengingat untuk memperbanyak amal dan ibadah

“Sebenarnya, umur tinggal pendek, ya kan? Jadi kita boleh mengatakan umur panjang, boleh mengatakan, ‘Alhamdulillah umur Bapak tinggal sedikit.’ Artinya, di situ ibadah penting karena tinggal sedikit,” ujar dia.

JK juga menyampaikan rasa terima kasih kepada istrinya yang telah mendampinginya selama puluhan tahun pernikahan.

“Tahun depan sudah 57 tahun kita sama-sama. Perkawinan. Ya tapi alhamdulillah kita nikmati, apa pun tantangannya kita hadapi, selesaikan, dan sebagainya,” kata dia.

Di akhir pidatonya, JK menjelaskan alasan dirinya konsisten terlibat dalam upaya perdamaian. Dia mengatakan, mendamaikan orang merupakan amal yang sangat tinggi nilainya.

“Rasulullah berkata, ‘Apakah kau tahu tentang amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa?’ Sahabatnya mengatakan, ‘Saya tidak tahu ya Rasulullah.’ ‘Amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa ialah mendamaikan orang,’” ujar JK.

“Jadi, mendamaikan satu orang saja, kalau mendamaikan banyak orang tentu lebih banyak lagi, kan?” ucap dia.

3. Jusuf Kalla di mata Anies Baswedan

Tokoh nasional, Anies Baswedan saat ditemui di kediaman Jusuf Kalla (16/5/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam acara ulang tahun itu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi salah satu tokoh yang hadir. Dia mengatakan, JK memiliki peran besar dalam perjalanan perdamaian di Indonesia.

Menurut Anies, kiprah JK selama ini bukan hanya terlihat dalam dunia politik, tetapi juga dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan di berbagai daerah konflik di Indonesia.

“Kalau kita melihat hari ini Ambon yang tenang, kita melihat Poso yang tenang, kita melihat Aceh yang tenang, di situ ada sidik jarinya Pak JK. Karena itulah kita merasa bersyukur memiliki bapak bangsa yang terus jadi teladan, yang terus jadi rujukan,” ujar Anies.

Ia juga mendoakan agar JK tetap sehat dan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

“Kita mendoakan Pak JK, Ibu Mufidah, semuanya sehat dan bisa terus jadi penjuru bagi generasi baru,” kata dia.

Anies mengaku kagum dengan semangat JK yang dinilainya tetap produktif pada usia 84 tahun yang selalu aktif menggagas berbagai hal.

“Tentu. Kita mensyukuri Pak Jusuf Kalla sehat, bahagia, produktif di usia 84 tahun. Beliau memiliki semangat yang luar biasa. Membara itu menyala terus. Kalau Anda pernah ikut kegiatan bersama Pak JK, Pak JK itu nonstop,” ujar Anies.

“Selalu berpikir, selalu berkarya, selalu ada yang digagas. Jadi di usia 84 ini, Pak JK kita doakan selalu sehat terus ke depan, dan apa yang beliau kerjakan selama ini bisa jadi inspirasi bagi generasi baru,” ucap dia.

Editorial Team