Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menjanjikan regulasi yang lebih terprediksi dan persaingan usaha yang adil untuk menarik investasi di sektor digital melalui Bali Tech Week 2026 yang digelar pada 19-23 Oktober 2026. Pemerintah juga ingin memastikan startup dan pelaku usaha lokal tidak tersisih di tengah masuknya investor asing.
Bali Tech Week 2026, diharapkan Meutya, bisa menjadi momentum dalam menciptakan iklim kompetisi sehat dalam industri digital. Dengan target menarik 5.000 pengunjung dari 37 negara yang sudah dikonfirmasi, termasuk Indonesia, Meutya ingin adanya keseimbangan dalam persaingan antara investor asing dan pengusaha lokal.
"Indonesia memastikan fair competition. Jadi ini untuk keadilan, termasuk tidak hanya bagi investor asing ya, keadilan bagi startup, pengusaha-pengusaha lokal yang juga ingin kemudian berjibaku mengisi pembangunan transformasi digital di Indonesia," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
