Jakarta, IDN Times - Di antara istri-istri Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasallam, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq menempati ruang yang sangat unik dalam hati Rasulullah.
Sebagaimana dikutip dari Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam (Edisi Lengkap), Aisyah adalah satu-satunya gadis yang dinikahi Nabi, sebuah ikatan yang bukan sekadar formalitas, melainkan jalinan kasih yang penuh dialog, kecerdasan, dan kelembutan.
Rasulullah menikahi Aisyah di Makkah pada saat Aisyah berusia tujuh tahun, dan menggaulinya di Madinah tatkala usianya sudah baligh. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam tidak menikahi seorang gadis manapun selain Aisyah. Abu Bakar menikahkan Nabi dan Aisyah dengan mahar 400 dirham.
Aisyah juga dikenal sebagai salah satu periwayat hadis terbesar setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi wasallam.
