Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250829-WA0018.jpg
Ruang IGD RS Pelni (IDN Times/Tino Satrio)

Intinya sih...

  • Keluarga driver ojol Umar Amarudin mengungkapkan biaya perawatannya ditanggung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

  • Umar menjadi korban kekerasan polisi dalam aksi demonstrasi di Jakarta, mengalami luka di rusuk kanan, tangan kanan, dan kepala.

  • Umar masih menjalani rawat inap dan belum ada rencana pasti kapan pulang ke rumah setelah mendapat kunjungan dari tokoh-tokoh pekerja Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Keluarga pengemudi ojek online (ojol), Moh Umar Amarudin mengaku biaya perawatan Umar akan ditanggung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Umar menjadi korban kekerasan polisi dalam aksi demonstrasi di wilayah Jakarta pada Kamis (28/9/2025).

Diketahui, Umar merupakan pemuda yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. “Kita biaya yang cover dari Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi,” kata kakak Umar, Syaripudin, saat ditemui IDN Times di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).

Umar sempat dikabarkan meninggal dunia. Namun, kabar tersebut terbukti tidak benar. Umar mengalami beberapa luka di bagian rusuk kanan, tangan kanan, dan kepala. Kondisinya membaik meski masih menjalani rawat inap.

Syaripudin menyebutkan, belum ada rencana pasti kapan Umar akan kembali ke rumah. “Belum ada (rencana pulang). Masih ditangani dokter. Kalau kami maunya sembuh total dulu (lalu pulang),” kata Syaripudin.

Umar mengaku dipukul dan ditendang aparat. "Kalau ini (bagian rusuk) lebih ke kena dengkul polisi. Iya (ditendang). Kalau kepala sampai dipukulin,” kata Umar kepada IDN Times di RS Pelni.

Umar mendapat kunjungan dari Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati dan Ketua Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia yang juga anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka, di RS Pelni pada Jumat (29/8/2025).

Pada kesempatan tersebut, Umar sempat bercerita soal kejadian yang menimpanya. “Lagi narik Grab. Karena sudah pagi, saya salat. Habis salat saya lihat 'apa ini rame-rame’, iya (penasaran),” kata Umar.

Editorial Team