Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seorang Bayi Dirawat di RS Pelni Gara-gara Gas Air Mata saat Demo

Bayi korban gas air mata dirawat di RS Pelni
Ruang IGD RS Pelni (IDN Times/Tino Satrio)
Intinya sih...
  • Bayi perempuan AQ dirawat di RS Pelni Jakarta Barat karena terdampak gas air mata saat demo.
  • 10 orang lainnya juga mendapat perawatan di RS Pelni karena dampak aksi demonstrasi, mayoritas terkena gas air mata yang ditembakkan polisi.
  • Bayi AQ sudah diizinkan pulang dan mendapat rawat jalan setelah mendapat perawatan di IGD RS Pelni.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang bayi perempuan berinisial AQ dirawat di RS Pelni, Jakarta Barat setelah menjadi korban gas air mata. AQ menderita sesak ketika berada di rumahnya di kawasan Petamburan, saat gas air mata ditembakkan saat aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

“Bayi itu sebenarnya warga sekitar sini, sekitar jalan Petamburan. Cuma kan karena malam itu banyak gas air mata, jadi mungkin sisa-sisa gas itu masuk ke dalam tuh lewat jendela rumah kan, agak sesak,” kata VP Corporate Secretary dan Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo di RS Pelni, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

AQ disebutkan langsung dilarikan ke IGD RS Pelni dan mendapat perawatan. Kini, AQ sudah diizinkan pulang dan mendapat rawat jalan.

“Tapi bayi itu langsung di bawa IGD, itu kita cuma kasih oksigen, itu sudah membaik lagi. Jadi waktu malam, tadi malam sudah bisa dipulangkan. hanya sesak napas dikit aja,” kata Aziz.

Tak hanya AQ, ada total 10 orang yang mendapat perawatan du RS Pelni karena terdampak dari aksi demonstrasi. Mayoritas terdampak gas air mata yang ditembakkan polisi.

“Yang 10 orang itu rata-rata kemungkina  karena dampak gas. Lokasi demo kayaknya yang rame deket perbatasan Slipi, nah kemungkinan korban-korban yang sekitar situ tuh. Ada yang lalu lalang warga sipil,”

Bayi AQ sendiri dipastikan terdampak gas air mata. Kemungkinan saat wilayah Petamburan juga terdampak gas air mata yang ditembakkan.

“Ya. (AQ) terdampak dari asap itu sih cuma kecil, minor, karena wilayah sini kan padat penduduk ya,” kata Aziz.

Adapun 10 orang yang dirawat inap dengan inisial M (12 tahun),  J ( 13 tahun),  K (24 tahun), FA (24 tahun), GI (25 tahun),FAJ (18 tahun), AD (18 tahun), DI (20 tahun), AQ (11 bulan, bayi), dan IH (18 tahun)

Selain itu, ada empat orang lainnya yang harus menjalani rawat jalan. Mereka adalah FER (19 tahun), IJ (20 tahun), UM (30 tahun), dan ROM (40 tahun). UM sendiri diketahui merupakan pengendara ojek online (ojol) bernama Moh Umar Amarudin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Aria Hamzah
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us