Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Gempa M6,9 di Nagqu China Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG menyatakan gempa tektonik M6,9 di Nagqu, China, pada Kamis pukul 21.33 WIB tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
  • Gempa berkedalaman 10 kilometer itu berpusat di darat, 183 kilometer timur laut Nagqu, akibat aktivitas penyesaran zona graben Plateau-Tibet dengan mekanisme sesar normal.
  • Hingga pukul 22.15 WIB, BMKG belum mendeteksi gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo (M)6,9 di Nagqu, China, Kamis (22/10/2026) pukul 21.33 WIB, tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M6,9 pada kedalaman 10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 32,36° Lintang Utara; 93,74° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat 183 km timur laut Nagqu-China.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis.

Wijayanto menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas penyesaran di zona graben Plateau-Tibet.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata dia.

Hingga pukul 22.15 WIB, kata Wijayanto, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbaunya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article