Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo (M)6,9 di Nagqu, China, Kamis (22/10/2026) pukul 21.33 WIB, tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M6,9 pada kedalaman 10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 32,36° Lintang Utara; 93,74° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat 183 km timur laut Nagqu-China.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis.
Wijayanto menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas penyesaran di zona graben Plateau-Tibet.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata dia.
Hingga pukul 22.15 WIB, kata Wijayanto, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
"Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbaunya.
