Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNI Dukung Langkah PBSI Menuju Olimpiade 2028 Usai Raihan Enam Medali
Enam medali yang dipersembahkan tim bulu tangkis Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momentum penting untuk melihat hasil pembinaan dan kerja kolektif yang terus diperkuat dalam menjaga daya saing bulu tangkis nasional. (Dok. BNI)
  • Tim bulu tangkis Indonesia meraih enam medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026: dua emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor beregu serta perorangan.

  • PBSI menilai raihan tersebut sebagai hasil kerja kolektif ekosistem pembinaan dan menegaskan persiapan berlanjut menuju target Olimpiade Los Angeles 2028.

  • BNI, mitra strategis PBSI lebih dari lima tahun, mendukung pembinaan atlet muda hingga elite serta kesempatan bertanding melalui kolaborasi berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PBSI menyiapkan atlet bulu tangkis Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 setelah tim nasional meraih enam medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
  • Who?
    Tim bulu tangkis Indonesia, PBSI yang dipimpin Muhammad Fadil Imran, serta BNI sebagai mitra strategis yang diwakili Corporate Secretary Okki Rushartomo.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
  • When?
    Acara berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
  • Why?
    Enam medali dinilai menjadi hasil pembinaan dan kerja kolektif, sementara PBSI masih menargetkan peningkatan kualitas atlet untuk kompetisi internasional hingga Olimpiade 2028.
  • How?
    PBSI memperkuat pembinaan bersama pelatih, tim performa, tenaga medis, dan staf pelatnas; BNI mendukung pembinaan atlet serta kesempatan bertanding di kompetisi nasional dan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Enam medali yang dipersembahkan tim bulu tangkis Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momentum penting untuk melihat hasil pembinaan dan kerja kolektif yang terus diperkuat dalam menjaga daya saing bulu tangkis nasional.

Tim Merah Putih membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor beregu maupun perorangan. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan performa para atlet di arena pertandingan, tetapi juga menunjukkan pentingnya proses panjang yang melibatkan pelatih, tim pendukung, federasi, pemerintah, mitra strategis, serta seluruh ekosistem bulu tangkis Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Muhammad Fadil Imran dalam acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia atas pencapaian di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang digelar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

1. PBSI fokus persiapkan atlet menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Penyerahan apresiasi dari PBSI untuk tim bulu tangkis Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (IDN Times/Margith Damanik)

Fadil mengatakan, keberhasilan membawa pulang enam medali merupakan hasil kerja bersama dari seluruh elemen yang berada di balik perjalanan para atlet.

Menurutnya, prestasi tidak hanya lahir dari atlet yang berdiri di podium, tetapi juga dari kontribusi pelatih teknik dan fisik, tim performa dan sport science, tenaga medis, psikolog, ahli nutrisi, fisioterapis, video analyst, hingga seluruh staf Pelatnas PBSI yang memastikan proses pembinaan berjalan secara konsisten.

"Yang kita rayakan bukan hanya enam medali, tetapi perjuangan dan kerja seluruh orang di balik medali tersebut. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan karena perjalanan kita masih panjang," ujar Fadil.

Fadil menegaskan, Asian Games 2026 bukan merupakan tujuan akhir pembinaan bulu tangkis Indonesia. PBSI masih memiliki agenda besar untuk terus meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan tim menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya.

"Karena perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Ada target besar yang sudah kita siapkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," katanya.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, capaian tim bulu tangkis Indonesia menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan dan kolaborasi berbagai pihak.

"Prestasi seperti ini lahir dari proses yang panjang. Karena itu, BNI melihat pembinaan yang konsisten, kualitas tim pendukung, serta kesempatan bertanding sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi bulu tangkis Indonesia," ujar Okki.

2. Lima tahun lebih bermitra, BNI terus dorong prestasi bulu tangkis Indonesia

Penyerahan apresiasi dari PBSI untuk tim bulu tangkis Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (IDN Times/Margith Damanik)

Sebagai strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun, BNI mendukung pengembangan bulu tangkis nasional, mulai dari pembinaan atlet muda hingga level elite serta berbagai kesempatan bertanding di kompetisi nasional dan internasional.

Sepanjang 2026, dukungan BNI bersama PBSI antara lain tercermin melalui pembinaan atlet serta keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, serta Badminton Asia Junior Championships.

3. BNI fokus bangun prestasi olahraga melalui kolaborasi berkelanjutan

Penyerahan apresiasi dari PBSI untuk tim bulu tangkis Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (IDN Times/Margith Damanik)

Menurut Okki, kolaborasi jangka panjang menjadi penting karena prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan.

"Bagi BNI, dukungan terhadap PBSI bukan sekadar sponsorship. Kami ingin ikut menjaga proses pembinaan agar atlet Indonesia memiliki ruang untuk berkembang, memperoleh pengalaman kompetitif, dan terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing di level internasional," kata Okki.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing, termasuk melalui kontribusi terhadap pembinaan olahraga nasional. Memasuki usia 80 tahun dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI akan terus memperkuat kolaborasi yang mendukung lahirnya prestasi dan talenta Indonesia di berbagai bidang. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article