Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said.
Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Tingkat kecelakaan yang cukup tinggi akibat keberadaan tiang monorail

  • Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorail mangkrak secara transparan

  • Urai kemacetan sampai 18 persen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membongkar tiang monorel yang mangkrak lebih dari 17 tahun pada Rabu (14/1/2025). Pemprov DKI menyiapkan anggaran senilai Rp100 miliar untuk meratakan tiang mononel yang dibangun di era Gubernur Sutiyoso.

Pemprov DKI memastikan, penataan kawasan Kuningan termasuk pembongkaran tiang monorail, dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap rupiah dana APBD yang dikeluarkan akan dipertanggungjawabkan kepada publik melalui manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo menjelaskan, pembongkaran tiang monorail hanyalah salah satu kegiatan di samping penataan jalan dan trotoar agar berfungsi optimal dari sisi keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta estetika kota. Adapun anggaran yang disiapkan mencapai Rp100 miliar dari alokasi APBD Tahun 2026.

“Seperti kita ketahui, kawasan Kuningan merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Kuningan adalah wajah Jakarta. Tak kurang dari 11 kantor kedutaan berada di kawasan ini. Selain itu, terdapat jalur LRT dan Transjakarta yang menjadi tumpuan transportasi publik,” ujar Prastowo dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2025).

1. Tingkat kecelakaan cukup tinggi akibat keberadaan tiang monorail

Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia menambahkan, daya dukung transportasi publik, mobilitas ekonomi, serta penyelenggaraan agenda kenegaraan berpotensi terganggu apabila persoalan monorail mangkrak tidak segera ditangani. Data juga menunjukkan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi akibat keberadaan tiang monorail yang tidak sesuai dengan standar keselamatan.

“Menata kawasan Kuningan bukan berarti mengabaikan kawasan dan kebutuhan lain. Pada saat yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga DKI,” ucapnya.

2. Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorail mangkrak secara transparan

Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Senada dengan Prastowo, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menegaskan Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorail mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Langkah ini penting dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat, karena cukup banyak korban kecelakaan yang diakibatkan oleh keberadaan tiang monorail," katanya

3. Urai kemacetan sampai 18 persen

Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Selain itu, pembongkaran diharapkan mampu mengurai kemacetan hingga 18 persen sekaligus memperindah wajah Jakarta. Seperti diketahui, kawasan Kuningan kerap dilalui para ekspatriat dari berbagai kedutaan serta tamu asing yang menginap di wilayah tersebut.

"Penataan kawasan Kuningan juga untuk menjaga citra Jakarta dan Indonesia agar persoalan bangunan mangkrak yang telah berlangsung lama dapat diselesaikan secara tuntas,' katanya

Editorial Team