TOP 5: Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Meninggal hingga 6.000 Anak Putus Sekolah

Jakarta, IDN Times - Penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dunia. Berita ini menjadi salah satu yang populer di IDN Times pada Minggu (26/7/2026).
Selain itu, berita tentang KPK yang menggeledah rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, Polri tegaskan bhabinkamtibmas tak berwenang pungut pajak, Taman Nasional Bromo, Gunung Rinjani dan Komodo resmi berstatus BLU, hingga 6.000 anak di Bogor putus sekolah juga masuk dalam deratn Top 5 IDN Times.
1. Penjaga rumah Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dunia
Penjaga rumah Febrie Adriansyah, Sutrimo, ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).
Korban kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi nyawanya tak tertolong.
2. KPK geledah rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, sita uang tunai Rp4 miliar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Noprisman.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan penggeledahan ini terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap pada pengadaan barang dan jasa di pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
3. Polri tegaskan bhabinkamtibmas tak berwenang pungut pajak
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak, sebagaimana surat edaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
4. Taman Nasional Bromo, Gunung Rinjani dan Komodo resmi berstatus BLU
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi menetapkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) sebagai Satuan Kerja (Satker) yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU).
5. Ada 6.000 anak di Bogor putus sekolah
Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak putus sekolah di wilayah Kota Bogor saat ini menembus 6.000 anak. Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKBM) Kota Bogor mengungkapkan fenomena putus sekolah ini ternyata tidak didominasi masalah akses atau biaya pendidikan, melainkan rendahnya kemauan anak-anak itu sendiri.


















