BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di kawasan timur Indonesia. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mengatakan keberhasilan perluasan perlindungan pekerja membutuhkan kolaborasi erat antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan perbankan daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh mitra perbankan daerah yang terus memperkuat sinergi dalam memperluas perlindungan bagi pekerja. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar yang konsisten mendorong perlindungan bagi pekerja rentan dan sektor informal, serta keberpihakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Sherly Tjoanda Laos terhadap penguatan kesejahteraan pekerja melalui perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kolaborasi ini penting agar semakin banyak pekerja, khususnya sektor informal dan pekerja rentan, dapat mengakses jaminan sosial ketenagakerjaan secara mudah dan berkelanjutan,” ujar Bambang.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan hingga minggu pertama Mei 2026, Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku telah membayarkan 137 ribu klaim peserta dengan total nominal Rp1,64 triliun. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyalurkan manfaat beasiswa pendidikan kepada 2.631 anak dengan nilai Rp12,6 miliar.
BPJS Ketenagakerjaan menegaskan perluasan kepesertaan tidak hanya berfokus pada peningkatan coverage, tetapi juga menghadirkan perlindungan nyata bagi pekerja dan keluarganya di berbagai daerah Indonesia. (WEB)