Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berantas Ikan Sapu-sapu, KPKP Jaksel Bakal Sidak Pedagang Siomai
Ilustrasi pedagang kaki lima. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
  • Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan akan melakukan sidak ke rumah produksi siomai untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan.
  • Ikan sapu-sapu berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal yang dapat memicu penyakit serius bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
  • Pemerintah mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan peredaran ikan sapu-sapu untuk konsumsi agar pengawasan pangan dan kesehatan publik lebih terjamin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 April 2026

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menyatakan akan melakukan sidak terhadap rumah produksi siomai untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena populasi ikan sapu-sapu meningkat dan berpotensi membahayakan kesehatan akibat kandungan logam berat seperti merkuri dan timbal.

kini

KPKP Jakarta Selatan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi ikan sapu-sapu dan mengajak warga melapor jika menemukan indikasi peredaran daging ikan tersebut. Upaya ini dilakukan agar pengawasan pangan semakin ketat dan kesehatan masyarakat tetap terjamin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan akan melakukan inspeksi mendadak terhadap rumah produksi siomai untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan.
  • Who?
    Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, bersama tim pengawasan pangan terpadu yang bertugas di wilayah tersebut.
  • Where?
    Kegiatan sidak akan dilakukan di wilayah Jakarta Selatan, khususnya pada rumah-rumah produksi siomai yang menjadi target pengawasan.
  • When?
    Pernyataan mengenai rencana sidak disampaikan pada Selasa, 21 April 2026. Jadwal pelaksanaan lapangan masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penggunaan ikan sapu-sapu yang berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal dalam produk pangan.
  • How?
    Tim KPKP akan melakukan pengawasan langsung ke lokasi produksi, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta meminta warga melapor jika menemukan indikasi peredaran ikan sapu-sapu untuk konsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan. Ikan itu bisa bahaya karena ada racun logam di badannya. Orang dari kantor KPKP mau datang tiba-tiba ke tempat buat siomai. Mereka mau lihat apakah ada yang pakai ikan sapu-sapu buat makanan. Sekarang mereka juga bilang warga harus bantu lapor kalau lihat hal itu.Ada banyak ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan. Katanya ikan itu bisa bahaya karena ada logam jahat seperti merkuri. Orang dari KPKP mau datang diam-diam ke tempat buat siomai, takut ada yang pakai ikan itu buat makanan. Mereka mau jaga supaya orang nggak sakit dan makanan tetap aman dimakan semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap rumah produksi siomai. Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengatakan langkah tersebut perlu diambil menyusul banyaknya populasi ikan sapu-sapu.

"Setiap bulan, kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai," ujarnya dalam keterangan, Selasa (21/4/2026).

1. Ikan sapu-sapu mengandung merkuri

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Ridho menjelaskan, Sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif atas kekhawatiran penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurutnya, ikan sapu-sapu dikenal mampu mengonsumsi berbagai material di perairan. Sehingga, berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal.

"Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker," ujarnya.

2. Bahaya konsumsi ikan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Dia menyatakan, meskipun sosialisasi telah dilakukan, masih ada kemungkinan oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk diperjualbelikan sebagai bahan pangan.

"Kami akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya mengonsumsi ikan yang terpapar ini," kata Ridho.

3. Ajak masyarakat antisipasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Dia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan indikasi peredaran daging ikan sapu-sapu untuk konsumsi, warga diminta segera melaporkannya kepada pemerintah setempat agar dapat cepat ditindaklanjuti.

"Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan," kata Ridho.

Editorial Team