Jakarta, IDN Times - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo marah mendengar kasus oknum Brigade Mobil (Brimob), Bripka Masias Siahaya yang menganiaya seorang siswa, Arianto Tawakal (14) di Maluku dengan menggunakan helm baja hingga meninggal dunia.
Sigit mengatakan, peristiwa ini telah menodai marwah Korps Brimob Polri. Brimob yang seharusnya melindungi masyarakat malah sebaliknya.
“Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
