Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BULOG Cetak Rekor Pengadaan 4,13 Juta Ton Beras, Jatim Terbesar
Tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). (dok. BULOG)
  • BULOG merealisasikan pengadaan 4.131.492 ton setara beras hingga 11 Oktober 2026, melampaui target nasional 4 juta ton dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

  • Jawa Timur menyerap 979.817 ton, atau 110,85 persen dari target wilayah, serta menyumbang 23,7 persen total pengadaan nasional sebagai kontributor terbesar.

  • Pencapaian didukung kolaborasi petani, pemerintah, TNI-Polri, mitra penggilingan, akademisi, dan masyarakat; BULOG juga memperkuat pengolahan, kualitas, serta penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perum BULOG merealisasikan pengadaan gabah dan beras dalam negeri 4.131.492 ton setara beras, melampaui target nasional 4 juta ton dan menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
  • Who?
    Perum BULOG dipimpin Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, bersama petani, pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, mitra penggilingan, Kementerian Pertanian, Bapanas, serta pemangku kepentingan pangan.
  • Where?
    Tasyakuran berlangsung di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur. Pengadaan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai kontributor besar.
  • When?
    Realisasi pengadaan tercatat hingga 11 Oktober 2026. Kegiatan tasyakuran digelar pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Why?
    Pengadaan dilakukan untuk menyerap hasil produksi petani dalam negeri, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, serta menjalankan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah/beras.
  • How?
    BULOG mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras melalui koordinasi lintas sektor, dukungan Tim Jemput Pangan TNI-Polri, kerja sama pemerintah daerah dan penggilingan, serta penguatan pengolahan, mutu, dan penyimpanan beras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Perum BULOG kembali menorehkan sejarah baru dengan mencatatkan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4.131.492 ton setara beras atau 103,29 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton hingga 11 Oktober 2026. Capaian tertinggi sepanjang sejarah BULOG tersebut menjadi momentum bersejarah yang disyukuri melalui kegiatan tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10).

Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., didampingi Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, serta jajaran manajemen BULOG. Kegiatan ini juga dihadiri kalangan akademisi dan berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan apresiasi atas keberhasilan pengadaan pangan nasional.

1. Target nasional tercapai lebih awal, Jawa Timur jadi pilar

Tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). (dok. BULOG)

Keberhasilan ini sekaligus menandai pencapaian target pengadaan nasional lebih awal, rekor tersebut tidak hanya menjadi tonggak penting bagi BULOG tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya penyerapan hasil produksi petani dalam negeri sebagai fondasi penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.

Di balik keberhasilan nasional tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pengadaan pangan dalam negeri. Hingga 11 Oktober 2026, BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur berhasil merealisasikan pengadaan gabah dan beras sebesar 979.817 ton atau 110,85 persen dari target wilayah sebesar 883.912 ton. Dengan kontribusi mencapai 23,7 persen terhadap total pengadaan nasional, Jawa Timur menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan BULOG mencetak rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Capaian bersejarah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, BULOG terus mengakselerasi penyerapan produksi petani untuk memperkuat ketersediaan cadangan pangan nasional.

2. Apresiasi BULOG atas kerja bersama seluruh pihak

Tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). (dok. BULOG)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian pengadaan pangan nasional. Keberhasilan melampaui target pengadaan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan petani, pemerintah, aparat kewilayahan, pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan.

Capaian pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras menjadi bukti nyata komitmen BULOG dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi dan konsistensi seluruh pihak dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.

Perum BULOG menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas arahan dan dukungan terhadap pelaksanaan penugasan strategis di bidang pangan. Penghargaan juga disampaikan kepada seluruh petani Indonesia sebagai garda terdepan produksi pangan nasional, serta Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang terus memperkuat dukungan kebijakan, koordinasi, dan pendampingan dalam pelaksanaan pengadaan gabah dan beras di seluruh wilayah Indonesia.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi TNI dan Polri melalui dukungan Tim Jemput Pangan yang turut memperkuat pelaksanaan pengadaan hingga ke sentra-sentra produksi. Kolaborasi bersama pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam memperlancar penyerapan hasil panen petani. Kerja bersama tersebut menunjukkan bahwa pencapaian pengadaan pangan nasional merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan BULOG, mulai dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang, hingga jajaran operasional di seluruh Indonesia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjalankan amanah pemerintah. Semangat kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh Bulogers dalam mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dari petani menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan perusahaan melampaui target nasional dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"Dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi tasyakuran memiliki makna strategis, mengingat besarnya kontribusi wilayah tersebut terhadap pengadaan nasional. Realisasi pengadaan yang melampaui target wilayah mencerminkan kuatnya kolaborasi antara BULOG, petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi produksi pangan daerah. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi beras nasional yang memberikan kontribusi besar bagi penguatan cadangan pangan pemerintah," ujar Ahmad Rizal.

3. Ekosistem pangan hulu hingga hilir dan dukungan masyarakat

Tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). (dok. BULOG)

Pelaksanaan tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, juga menjadi simbol pentingnya penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Tidak hanya berfokus pada penyerapan hasil panen petani, BULOG terus memperkuat dukungan infrastruktur pengolahan, pengelolaan kualitas, serta penyimpanan beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan mutu Cadangan Beras Pemerintah.

Momentum bersejarah ini turut mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan organisasi kemasyarakatan serta kepemudaan yang hadir untuk memberikan dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Dari kalangan akademisi, hadir Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc.; Wakil Dekan III Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.Si.; Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Prof. Imron Mawardi; Dosen Ekonomi Universitas Airlangga Gigih Prihantono, S.E., M.SE.; serta Ketua Program Studi Agribisnis Digital Universitas Negeri Surabaya Amirusolihin, M.Sc.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril, S.H., M.H., bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, yakni empat orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dua orang perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dua orang perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta perwakilan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran kalangan akademisi dan berbagai organisasi tersebut mencerminkan dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap upaya pemerintah dan BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan nasional.

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, capaian ini menjadi momentum bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kontribusinya terhadap agenda swasembada pangan nasional. Keberhasilan melampaui target pengadaan tidak menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk memastikan pengelolaan cadangan pangan semakin optimal, profesional, dan akuntabel, sekaligus memperkuat keberlanjutan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.

Melalui keberhasilan pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan penugasan pemerintah secara konsisten, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata seluruh pemangku kepentingan, BULOG terus berupaya memberikan kontribusi strategis dalam memperkokoh ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article