Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cek Fakta: 60 Ribu Mahasiswa Batal Kuliah, Ini Kata Mendiktisaintek
ilustrasi SBMPTN (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Kemdiktisaintek klarifikasi isu 60 ribu mahasiswa batal kuliah, menjelaskan angka itu gabungan dari kursi kosong dan peserta yang tidak daftar ulang.
  • Dari total 627.957 kursi penerimaan 2025, sekitar 42 ribu tak terisi dan 17.816 peserta diterima tapi batal registrasi karena berbagai alasan pribadi maupun akademik.
  • Pemerintah tegaskan komitmen perluas akses pendidikan tinggi lewat UKT berkeadilan, KIP Kuliah, serta beasiswa agar lebih inklusif bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluruskan informasi yang menyebut sekitar 60 ribu calon mahasiswa baru tidak melakukan daftar ulang pada penerimaan mahasiswa 2025. Angka itu disebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya karena merupakan gabungan dua indikator yang berbeda.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara perluasan akses dan kualitas pendidikan tinggi.

"Pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semakin banyak putra-putri Indonesia, namun pada saat yang sama kualitas akademik juga harus tetap terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat berbagai skema afirmasi, bantuan pendidikan, sistem UKT yang berkeadilan, serta penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa agar semakin inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa," ujar Brian, dikutip Jumat (3/7/2026).

1. Angka sekitar 60 ribu dari yang tidak lolos dan tidak daftar ulang

ilustrasi SNMPTN (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww/aa.)

Kemdiktisaintek menjelaskan, angka sekitar 60 ribu berasal dari 42.315 kursi yang tidak terisi dan 17.816 peserta yang telah diterima namun tidak melakukan registrasi ulang.

Dari total daya tampung 627.957 kursi melalui jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri pada 2025, sebanyak 585.642 peserta dinyatakan lolos. Artinya, terdapat 42.315 kursi atau 6,7 persen yang tidak terisi karena tidak ada peserta yang memenuhi standar akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.

2. Ada 17 ribu orang tidak melakukan registrasi

Calon mahasiswa sedang mengikuti ujian. (Dok. ITERA)

Sementara itu, dari 585.642 peserta yang diterima, sebanyak 567.826 orang atau 97,2 persen melakukan registrasi ulang. Adapun peserta yang tidak melanjutkan registrasi berjumlah 17.816 orang atau sekitar 2,8 persen.

Menurut Kemdiktisaintek, peserta yang batal registrasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari diterima di program studi yang bukan pilihan utama, lolos ke perguruan tinggi kedinasan atau kementerian/lembaga lain, hingga pertimbangan pribadi dan keluarga.

3. Ada yang mengajukan KIP Kuliah namun tidak memenuhi syarat

ilustrasi SNMPTN (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain itu, terdapat peserta yang mengajukan KIP Kuliah namun tidak memenuhi syarat atau hanya memperoleh bantuan parsial, sehingga masih membutuhkan dukungan biaya hidup dari keluarga.

Kemdiktisaintek juga menegaskan data yang menjadi perhatian publik merupakan hasil evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, bukan tahun 2026. Saat ini proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 masih berlangsung.

Pemerintah mengungkap bakal berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui skema UKT berkeadilan, KIP Kuliah, dan berbagai program beasiswa.

Pada 2025, sebanyak 28,2 persen mahasiswa baru di PTN berasal dari keluarga kurang mampu dan memperoleh dukungan melalui berbagai skema bantuan.

Editorial Team

Related Article