Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran bakal melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, setelah pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, yang tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar pada Rabu (1/7/2026).
AS-Iran Bakal Lanjut Negosiasi di Qatar usai Pemakaman Khamenei

- AS dan Iran sepakat melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, setelah pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran.
- Negosiasi sebelumnya di Doha dinilai cukup memuaskan dengan kemajuan positif menuju perdamaian jangka panjang, difasilitasi oleh mediator dari Qatar dan Pakistan.
- Presiden Donald Trump sempat mempertimbangkan opsi melanjutkan perang melawan Iran, namun kini lebih mengutamakan jalur diplomasi demi mengakhiri konflik berkepanjangan.
“Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu Qatar, seperti dikutip Times of Israel.
1. Upacara pemakaman Khamenei akan digelar di Teheran

Upacara pemakaman Khamenei sendiri akan dimulai di Ibu Kota Teheran pada Sabtu (4/7/2026) pekan ini. Upacara pemakaman Khamenei bakal digelar bersamaan dengan upacara pemakaman keluarganya yang juga tewas dalam serangan AS dan Israel, termasuk sang istri, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh.
Setelah upacara di Teheran selesai, jasad Khamenei akan dibawa ke dua kota suci yang ada di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Kemudian, Khamenei akan dibawa lagi ke tempat kelahirannya di Kota Mashhad, Iran, untuk dimakamkan di sana pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.
2. Hasil negosiasi AS dan Iran di Qatar cukup memuaskan

Sebelumnya, AS dan Iran telah menyelesaikan proses negosiasi lanjutan di Doha pada Rabu kemarin. Negosiasi itu dilakukan usai kedua negara saling terlibat serangan pada Jumat (26/6/2026) dan Sabtu (27/6/2026) pekan lalu. Menurut Kemlu Qatar, negosiasi AS dan Iran berjalan cukup memuaskan. Kedua negara menunjukkan progres positif untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
"Para mediator Qatar dan Pakistan telah menyelesaikan pertemuan terpisah dengan para negosiator AS dan Iran di Doha hari ini dengan kemajuan positif yang dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne di Swiss," tulis Juru Bicara Kemlu Qatar, Majed Al Ansari, dalam sebuah unggahan di media sosial X.
3. Donald Trump mempertimbangkan lanjut perang lawan Iran

Negosiasi antara AS dan Iran di Doha merupakan salah satu upaya kedua negara untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Sebab, Washington dan Teheran tidak ingin perang kembali pecah. Namun, menurut laporan seorang pejabat AS, Presiden Donald Trump sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan perang melawan Iran. Menurutnya, Trump akan kembali menyerang Iran jika mereka tidak mau mematuhi syarat yang diberikan AS dalam negosiasi lanjutan yang sedang berlangsung.
Meski demikian, pejabat itu menambahkan, Trump saat ini masih mengutamakan negosiasi untuk mencapai perdamaian dengan Iran. Sebab, itu merupakan cara terbaik untuk mengakhiri perang kedua selamanya. Terlebih, AS dan Iran juga sudah mengalami banyak kerugian akibat perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.




















