Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
China Geser Singapura, Jadi Destinasi Favorit Baru Pelajar Indonesia
ICAN International Education Expo (IDN Times/Istimewa)
  • China kini menyalip Singapura sebagai destinasi studi favorit baru bagi pelajar Indonesia berkat kombinasi kualitas pendidikan, biaya terjangkau, dan peluang penguasaan bahasa serta jaringan global.
  • Jurusan bisnis, manajemen, dan ekonomi tetap paling diminati, namun minat terhadap bidang teknologi seperti computer science dan artificial intelligence (AI) terus meningkat di kalangan calon mahasiswa.
  • ICAN International Education Expo 2026 menghadirkan puluhan universitas dari berbagai negara dengan layanan konsultasi studi, promo tes bahasa asing, serta informasi beasiswa kampus yang fleksibel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak Indonesia mau sekolah di luar negeri. Dulu banyak yang pilih Singapura, tapi sekarang banyak yang pilih China. Katanya di sana sekolahnya bagus dan biayanya gak mahal. Di pameran sekolah ada juga kampus dari Australia, Malaysia, dan negara lain. Anak-anak suka jurusan bisnis, komputer, AI, dan masak-masak juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Minat pelajar Indonesia melanjutkan studi ke luar negeri disebut masih konsisten tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, China bahkan mulai muncul sebagai destinasi baru yang paling diminati dan perlahan menggeser posisi Singapura.

Business Development Lead ICAN Education Consultant, Faisal Ramdhan, mengatakan tren tersebut terlihat dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Menurut dia, meningkatnya minat ke China dipengaruhi kombinasi kualitas pendidikan, biaya kuliah yang lebih terjangkau dibanding negara Barat, hingga peluang penguasaan bahasa dan jaringan global.

“China itu mulai naik, sekarang malah udah menggeser dominasi Singapura,” kata Faisal dalam ICAN International Education Expo 2026, dikutip Senin (11/5/2026).

1. Pelajar pertimbangkan efisiensi biaya hingga prospek pendidikan

ICAN International Education Expo (IDN Times/Istimewa)

Faisal menjelaskan pelajar Indonesia kini semakin mempertimbangkan efisiensi biaya dan prospek pendidikan, ketika memilih negara tujuan studi. Dalam konteks itu, China dinilai menawarkan kualitas pendidikan yang kompetitif dengan biaya hidup dan kuliah yang relatif lebih murah.

“China itu kan kualitas pendidikannya emang bagus. Udah gitu biayanya juga gak so mahal dari negara barat,” ujarnya.

Meski tren China meningkat, Australia masih menjadi negara yang paling banyak diminati pengunjung expo ICAN. Setelah Australia, Malaysia, dan China menjadi tujuan studi yang paling sering dicari calon mahasiswa.

2. Jurusan yang juga diminati pelajar Indonesia, ada AI

ilustrasi kampus (pexels.com/DAVE GARCIA)

Selain negara tujuan, jurusan bisnis dan manajemen masih menjadi program studi paling diminati pelajar Indonesia. Faisal menyebut bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen keuangan tetap mendominasi pilihan calon mahasiswa yang datang berkonsultasi.

“Bisnis, manajemen, economy and business, manajemen duit dan lain-lain, itu yang paling utama,” katanya

Di sisi lain, minat terhadap jurusan berbasis teknologi mulai meningkat, terutama pada bidang computer science dan artificial intelligence (AI). Menurut Faisal, tren tersebut mulai terlihat di kalangan pelajar yang sudah memiliki perencanaan studi lebih spesifik.

“Yang lagi naik daun sebenarnya itu masih ada di pergulatan masalah computer science. Ya masalah AI lah,” ujarnya.

Selain AI, jurusan yang berkaitan dengan big data, cyber security, engineering, hingga STEM juga mulai banyak dicari. Namun, Faisal menilai, tren tersebut masih berkembang di kelompok pelajar tertentu yang memang sudah memahami kebutuhan industri global.

3. Jurusan hospitality dan kuliner juga jadi primadona

ICAN International Education Expo (IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, jurusan hospitality dan kuliner disebut masih stabil diminati. ICAN bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan yang fokus pada perhotelan dan tata boga, sehingga peminat bidang tersebut tetap ramai setiap tahun.

Dalam expo ini, mayoritas pengunjung juga mencari informasi terkait beasiswa kampus dengan potongan biaya kuliah parsial. Faisal mengatakan skema beasiswa internal kampus lebih banyak diminati dibanding beasiswa pemerintah karena dinilai lebih fleksibel dan tersedia sepanjang tahun.

“Yang datang kesini rata-rata beasiswa itu yang tipe kedua,” katanya.

4. Gelaran ICAN International Education Expo 2026

Ilustrasi membangun relasi di lingkungan kampus. (magnific/brgfx)

ICAN Education Consultant menggelar ICAN International Education Expo 2026 dengan menghadirkan lebih dari berbagai universitas luar negeri, untuk membuka konsultasi studi bagi pelajar Indonesia. Kegiatan berlangsung di Harris Hotel Kelapa Gading pada 9 Mei 2026 dan dilanjutkan di DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya pada 10 Mei 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, terdapat 46 universitas dan institusi pendidikan yang membuka booth konsultasi. Kampus-kampus tersebut berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, China, Inggris, Amerika Serikat, hingga Selandia Baru.

Faisal mengatakan jumlah universitas yang hadir berbeda setiap harinya. Meski bekerja sama dengan lebih dari 20 negara, tidak seluruh perwakilan kampus hadir secara bersamaan dalam satu lokasi expo.

Selain konsultasi studi, ICAN menawarkan sejumlah promo selama pameran berlangsung, termasuk cashback hingga Rp3,49 juta untuk tes IELTS dan TOEFL resmi, serta cashback Rp5 juta untuk beberapa destinasi studi luar negeri dengan syarat tertentu. Pengunjung juga mendapatkan layanan konsultasi gratis terkait pemilihan jurusan, simulasi biaya kuliah, hingga persiapan bahasa asing.

Editorial Team