Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 Coret Permanen! Tak Ada Ampun Bagi yang Pakai Bansos buat Judi Online
ilustrasi judi online (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Mensos Saifullah Yusuf menegaskan penerima bansos yang memakai dana bantuan untuk judi online akan dicoret permanen tanpa ampun.
  • Hingga Mei 2026, Kemensos telah mencoret lebih dari 11 ribu penerima bansos karena terlibat judi online, setelah sebelumnya 600 ribu dicoret pada tahun 2025.
  • Penerima yang terbukti sengaja bermain judi online tidak diberi kesempatan lagi, sementara yang dimanfaatkan pihak lain masih bisa dipertimbangkan dengan pendampingan ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Kementerian Sosial mencoret sekitar 600 ribu penerima bansos karena menggunakan dana bantuan untuk judi online. Sebagian dari mereka kemudian diizinkan menerima kembali setelah reaktivasi dan verifikasi kebutuhan melalui ground check.

Mei 2026

Hingga bulan ini, tercatat 11 ribu penerima bansos dicoret akibat menggunakan dana bantuan untuk judi online. Pada triwulan pertama tahun 2026 ada lebih dari 11 ribu yang dicoret, sedangkan triwulan kedua terdapat 75 KPM yang dihapus dari daftar penerima.

12 Mei 2026

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta bahwa penerima bansos yang kedapatan memakai dana untuk judi online akan dicoret secara permanen tanpa ampun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Sosial mencoret secara permanen penerima bantuan sosial yang terbukti menggunakan dana bansos untuk bermain judi online.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, sementara data berasal dari berbagai daerah penerima bansos di Indonesia.
  • When?
    Kebijakan ditegaskan pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan data mencakup periode tahun 2025 hingga triwulan kedua tahun 2026.
  • Why?
    Tindakan dilakukan karena sejumlah penerima menggunakan dana bantuan sosial untuk berjudi online, melanggar tujuan utama program bantuan bagi masyarakat miskin.
  • How?
    Kemensos melakukan verifikasi dan pemeriksaan lapangan; penerima yang terbukti menyalahgunakan dana langsung dicoret dari daftar dan tidak dapat menerima kembali bantuan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Sosial namanya Gus Ipul bilang orang yang pakai uang bantuan buat main judi online akan dihapus selamanya. Tahun lalu banyak banget yang dihapus, enam ratus ribu orang. Tahun ini juga ada sebelas ribu lebih yang dihapus lagi. Ada sedikit yang dikasih kesempatan lagi karena mereka masih butuh, tapi kalau ulangi lagi, langsung dicoret selamanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebijakan tegas Kementerian Sosial dalam mencoret penerima bansos yang menyalahgunakan dana untuk judi online menunjukkan komitmen kuat terhadap integritas dan ketepatan sasaran bantuan. Langkah ini tidak hanya menjaga keadilan bagi penerima yang benar-benar membutuhkan, tetapi juga memperlihatkan adanya mekanisme pendampingan dan kesempatan kedua bagi mereka yang masih layak dibantu setelah evaluasi mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan, akan mencoret secara permanen penerima dana bantuan sosial (bansos) apabila digunakan untuk judi online (judol). Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat, ada ribuan orang menggunakan dana bansos untuk bermain judi online (judol).

"Sampai sekarang, ya, kita sudah, sudah (coret permanen) ya," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Gus Ipul mengatakan, hingga Mei 2026, ada 11 ribu penerima bansos yang dicoret akibat menggunakan dana bantuan itu untuk judol.

"Untuk tahun 2026 ini ada 11 ribu lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret," kata dia.

1. Pada tahun 2025, ada 600 ribu penerima bansos yang dicoret

Mensos Syaifullah Yusuf bersama Pimred IDN Times Uni Lubis dalam sesi Real Talk di kantor IDN, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Manggar Tirta Alamsyah)

Gus Ipul mengatakan, ada 600 ribu penerima bansos yang dicoret pada tahun 2025. Meski demikian, pada tahun 2025, masih ada pengampunan penerima bansos yang menggunakan dana bantuan untuk judol tersebut.

"Iya, tahun lalu kita sudah mencoret sekitar 600 ribu waktu itu dan kemudian ada beberapa yang kita berikan untuk menerima kembali setelah mereka melakukan reaktivasi karena memang secara data yang kami temukan melalui ground check, mereka masih sangat membutuhkan bantuan sosial," kata dia.

2. Bila mengulangi kembali, coret selamanya

Ilustrasi judi online (judol) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

Meski demikian, kata Mensos, tidak seluruhnya dari 600 ribu yang dicoret itu diampuni. Hanya mereka yang dianggap benar-benar membutuhkan bantuan saja diberikan kembali bansosnya.

"Kemarin yang tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Kita beri sekali kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil kroscek memang mereka sangat membutuhkan, tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya," ujar dia.

3. Penerima bansos main judol ada yang sengaja dan dimanfaatkan

ilustrasi judi online (dok. IDN Times/Novaya)

Gus Ipul menerangkan, penerima bansos main judi online ada yang dimanfaatkan orang lain dan insiatif sendiri. Bagi mereka yang main atas kesadaran sendiri, Kemensos tak memberi ampun

"Temuan ya, gak banyak sih, memang beberapa temuan gitu ya, yang dimanfaatkan oleh orang lain, ada yang sengaja. Kalau yang sengaja, ya, itu kita beri garis merah," ucap dia.

Editorial Team