Ilustrasi media sosial. IDN Times/Paulus Risang
Salah satu Komite INMF, Wahyu Aji sekaligus Founder Good News From Indonesia (GNFI), menegaskan tidak ada deal-deal khusus dalam pertemuan dengan Bakom.
Menurut Aji, selain GNFI, hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari Indozone, Infipop, Big Alpha, NalarTV, dan GoodStats juga turut hadir. Keenam homeless media dari New Medi yang hadir ini, kata Wahyu, memiliki tim peliput meski tidak sebesar media mainstream.
Dalam pertemuan pada Selasa (5/5/2026), kata Aji, Qodari banyak berdiskusi tentang definisi homeless media dan tantangannya. Diskusi yang sama juga dilakukan INMF dengan beberapa organisasi media seperti Asosiasi Media Siber Indonesia bahkan Dewan Pers.
"Diskusi lalu berkembang, kami kemudian bertanya terkait misal gosip yang menjadi konsumsi audiens, bagaimana respons Bakom? Jadi gak ada deal-deal-an, kita tetap independen," kata Aji kepada IDN Times, Kamis (7/5/2026).
Hanya saja, ujar dia, karena selama ini akses homeless media untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya terkendala. Bakom pun kemudian mempersilakan homeless media yang memiliki tim untuk meliput langsung kegiatan atau konferensi pers yang diadakan Bakom.
"Jadi terkait pemberitaan yang beredar, kami (INMF) menegaskan bahwa tidak terdapat komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Beberapa pengelola new media yang menghadiri pertemuan dengan Bakom mewakili media masing-masing, bukan secara resmi mengatasnamakan INMF," ujar Aji dalam keterangannya, Kamis.
Aji mengatakan, pertemuan dengan Bakom membicarakan tentang semakin maraknya kemunculan homeless media. Salah satunya, membahas mengenai tantangan produksi informasi yang dihadapi mereka.
"Sehingga sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, bentuk koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apa pun," ucap dia.
Aji mengatakan, daftar nama media yang beredar juga bukan merupakan anggota INMF. Menurut dia, itu hanya sebatas pemetaan ekosistem industri dan media sosial.
"Daftar media yang beredar di publik bukan merupakan daftar anggota INMF, melainkan pemetaan ekosistem industri dan media sosial yang sempat digunakan dalam proses diskusi internal. INMF saat ini tengah memperkuat tata kelola internal sebagai bagian dari komitmen kami untuk hadir sebagai forum yang akuntabel dan transparan. Dalam proses tersebut, INMF belum membuka keanggotaan formal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak mana pun," kata dia.
"Bagi kami, independensi dan relevan dengan kepentingan publik adalah aset utama new media. Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem informasi yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung etika, transparansi, serta menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab," ucap dia.