Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ramai Homeless Media Bermitra dengan Istana, MuslimVox Buka Suara

Ramai Homeless Media Bermitra dengan Istana, MuslimVox Buka Suara
Ilustrasi media sosial yang digunakan anak muda. (IDN Times/Aditya Pratama)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah akun media di Instagram kompak mengeluarkan pernyataan sikap terkait kabar yang menyebut mereka tercantum sebagai mitra Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI). Klarifikasi itu disampaikan langsung melalui unggahan resmi di masing-masing akun Instagram pada Kamis (7/5/2026).

Di antaranya MuslimVox, Taubatters, dan Kawan Hawa. Mereka sama-sama menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ketiganya juga menekankan posisi dan status mereka sebagai media independen serta menyebut Indonesia New Media Forum (INMF) bukan organisasi bentukan pemerintah.

1. INMF disebut bukan organisasi buatan pemerintah

Ramai Homeless Media, MuslimVox hingga Kawan Hawa Tegaskan Statusnya
Ilustrasi media sosial. (IDN Times/Sukma Shakti)

Faiz Sanad pendiri dan CEO Habitsmedia.id, yang membangun ekosistem media Islami multimerek yang meliputi Muslimvox, Taubatters, Quran Review, Kawan Hawa, Ngajilah, dan Millah, mengklarifikasi terkait status mereka di INMF.

Faiz melalui unggahan di akun MuslimVox menyebut kabar yang beredar tidak sesuai fakta. “Informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta,” tulisnya.

Faiz menegaskan MuslimVox merupakan media dakwah independen yang berkomitmen menghadirkan informasi, inspirasi, dan edukasi secara relevan serta bertanggung jawab.

Selain itu, kata Faiz, keikutsertaan MuslimVox dalam INMF didasari niat dakwah dan silaturahmi, untuk membangun ekosistem kreatif.

Faiz juga menyampaikan pernyataan serupa untuk posisi Taubatters. Dia menegaskan Taubatters berdiri sebagai media independen yang fokus menemani proses taubat dan hijrah anak muda.

“Taubatters adalah media independen yang berdiri di atas nilai-nilai inspirasi dan edukasi yang fokus menemani proses taubat, hijrah dan ruang tumbuh bagi anak muda,” dia.

Taubatters juga menyebut INMF merupakan forum mandiri dan bukan organisasi yang dibentuk pemerintah. Klarifikasi itu dibuat untuk meluruskan informasi yang beredar di ruang publik.

2. Kawan Hawa hadir sebagai media independen

Ramai Homeless Media, MuslimVox hingga Kawan Hawa Tegaskan Statusnya
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Senada, akun Kawan Hawa juga memberikan penegasan serupa dengan menyoroti identitas mereka sebagai ruang aman bagi perempuan. Dalam unggahannya, Kawan Hawa menyebut hadir sebagai media independen tanpa afiliasi politik praktis.

“Kawan Hawa adalah media independen, hadir sebagai safe space perempuan bertumbuh, belajar, serta saling menguatkan tanpa afiliasi politik praktis,” tulis akun tersebut.

Kawan Hawa juga memastikan seluruh kontennya akan tetap berpegang pada nilai kebaikan, kebenaran, dan pemberdayaan perempuan. Mereka menegaskan keikutsertaan di INMF semata dilandasi niat dakwah dan silaturahmi dengan media baru lainnya.

3. Bakom RI mengaku rangkul homeless media

Ramai Homeless Media, MuslimVox hingga Kawan Hawa Tegaskan Statusnya
M. Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan telah mengajak homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan di kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

"Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," jelas dia.

"Di antaranya saya bacakan, ada Folkactive, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia," sambungnya.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata dia, perlu disampaikan melalui berbagai media.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.

Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media," ucap dia.

"Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
Fahreza Murnanda
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More

Pramono Akan Rayakan HUT ke-499 Kota Jakarta di Rasuna Said Kuningan

07 Mei 2026, 23:25 WIBNews