Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan layar YouTube Sekretaris Kabinet)
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan layar YouTube Sekretaris Kabinet)

Intinya sih...

  • Demokrat bantah kabar SBY jadi dalang kasus ijazah palsu Jokowi.

  • Isu ijazah Jokowi tak berdasar, fokus pada bencana banjir Sumatra.

  • Demokrat ajak fokus pada aksi kemanusiaan di tengah bencana banjir Sumatra.

  • Mabes Polri pastikan keaslian ijazah Jokowi berdasarkan hasil uji laboratorium forensik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Partai Demokrat membantah isu yang menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat langsung dalam kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo. Hal ini menyikapi sejumlah narasi di media sosial yang menyebut SBY menjadi dalang kasus ijazah palsu Jokowi.

Koordinator Juru Bicara PP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membantah isu SBY terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, isu yang tersiar di media sosial tersebut tidak berdasar.

"Belakangan muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar," kata Herzaky kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

1. Banjir Sumatra lebih penting ketimbang isu ijazah Jokowi

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di markas Partai Demokrat. (IDN Times/Santi Dewi)

Herzaky menyayangkan isu ini diembuskan di tengah isu bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Padahal, seharusnya, energi, waktu, dan seluruh sumber daya digunakan semaksimal mungkin untuk pemulihan pascabencana di Sumatra.

Menurut dia, hal terpenting saat ini adalah keselamatan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Ia menekankan, masih banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan makanan, air bersih, tempat tinggal, dan bantuan dasar lainnya.

"Fokus dan perhatian kita seharusnya tertuju kepada mereka terlebih dahulu," kata dia.

2. Demokrat ajak semua pihak fokus ke banjir Sumatra

Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat. (IDN Times/Dok Humas Demokrat)

Herzaky mengajak semua kader Partai Demokrat agar tidak mudah terprovokasi menyikapi isu keterlibatan SBY dalam kasus ijazah palsu Jokowi yang ramai di media sosial. Ia pun mengajak semua pihak bersama-sama mengutamakan aksi-aksi kemanusiaan di tengah bencana banjir Sumatra.

"Saat ini, yang paling membutuhkan perhatian adalah para korban (banjir Sumatra). Mari kita fokus pada mereka," kata Herzaky.

3. Mabes Polri pastikan ijazah Jokowi asli

Polda Metro Jaya umumkan hasil gelar perkara khusus kasus tudingan ijazah palsu Jokowi (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengatakan, ijazah Jokowi dapat dipastikan keasliannya berdasarkan hasil uji laboratorium forensik. Hal ini sekaligus menjawab gonjang-ganjing isu ijazah Jokowi.

Polisi juga telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa 39 saksi, yang terdiri dari pihak Fakultas Kehutanan UGM hingga teman-teman Jokowi selama menempuh studi di UGM.

“Dari peneliti tersebut maka antara bukti dengan pembanding adalah identik atau dari satu produk yang sama,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis, 22 Mei 2025.

Editorial Team