Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sjafrie Sjamsoeddin, Banjir Sumatra
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, Didit Prabowo mengunjungi lokasi pengungsian di Aceh. (www.instagram.com/@kemhanri)

Intinya sih...

  • Menhan dan Didit kunjungi pengungsi banjir di Aceh

  • Menhan sebut bantuan lebih cepat didistribusikan lewat udara

  • TNI AL kerahkan dua kapal perang menuju ke Aceh

  • Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Sumatra hingga Sabtu 303 jiwa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hedirasetyo pada Sabtu, 29 November 2025 mengunjungi area pengungsi banjir di Kabupaten Pidie, Aceh. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendorong untuk mempercepat pemulihan di masa sulit. Ibu Didit, Titiek Soeharto terlihat turut serta dalam kunjungan tersebut.

Sjafrie mengatakan warga Aceh yang tengah mengungsi dalam kondisi memprihatinkan. Warga Aceh terlihat bersama-sama berada di sebuah tenda milik TNI.

"Ini memerlukan bantuan cepat pada hari ini sampai seterusnya," ujar Sjafrie di Aceh seperti dikutip dari keterangan video.

"Saya kirim makanan, pakaian, obat. Untuk anak-anak, saya kirim vitamin. Jadi, ibu-ibu, mohon bersabar," katanya.

Kemudian, para ibu itu juga meminta kepada Sjafrie agar disediakan air bersih. Purnawirawan jenderal bintang empat itu pun langsung menyanggupi untuk menyediakan air bersih untuk mandi dan minum.

Sementara, Titiek Soeharto menyampaikan ke warga Aceh bahwa bantuan yang diminta akan disediakan oleh Sjafrie pada hari Minggu. Ia pun turut meminta agar warga bersabar dan tegar dalam menghadapi cobaan banjir hebat ini.

"Yang sabar, ini cobaan dari Gusti Allah. Mudah-mudahan ke depan, anaknya bisa lebih sejahtera. Amien," kata Titiek yang didampingi Didit di sampingnya.

1. Menhan sebut bantuan lebih cepat didistribusikan lewat udara

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimin rapat koordinasi penanganan bencana di Pidie, Aceh. (www.instagram.com/@kemhanri)

Lebih lanjut usai mendengar aspirasi dan kebutuhan pengungsi, Sjafrie meminta kepada TNI agar segera mendistribusikan bantuan. Menurut keterangan dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, bantuan akan lebih cepat bila didistribusikan lewat udara atau airdrop.

"Jadi, Panglima TNI akan men-drop (bantuan) dari udara dan akan dikirim oleh prajurit-prajurit TNI. Kemudian dibawa dan langsung dibagikan kepada para pengungsi. Sehingga, pengungsi tidak perlu keluar dan berebut (bantuan)," kata Sjafrie.

Sementara, tahap kedua dari penanganan bencana banjir yakni rehabilitasi dan rekonstruksi. Tetapi, pihaknya baru akan fokus ke tahap kedua usai menyelesaikan persoalan mendasar bagi pengungsi yaitu menyelamatkan jiwa para pengungsi.

Dalam pandangan mantan Pangdam Jaya itu, distribusi lewat udara lebih efektif agar bantuan bisa diterima oleh warga di Aceh yang masih berada di titik yang terisolir. "Ini adalah instruksi dari Bapak Presiden untuk mengambil tindakan cepat," imbuhnya.

Ia juga menegaskan tidak lagi dibutuhkan rapat lantaran pendistribusian bantuan butuh kecepatan aksi.

2. TNI AL kerahkan dua kapal perang menuju ke Aceh

TNI Angkatan Laut (AL) kerahkan dua kapal perang menuju ke Aceh. (Dokumentasi TNI AL)

Cara lain yang digunakan untuk bisa mendistribusikan bantuan ke titik yang terisolir yakni melalui jalur laut. Itu sebabnya TNI AL mengerahkan beberapa kapal perang dan kapal rumah sakit.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul mengatakan ada dua kapal yang dikirim dari Jakarta menuju ke Aceh yakni KRI dr. Soeharso-990 (SHS) dan KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK). KRI dr. Soeharso akan berlayar menuju ke Langsa. Sedangkan, KRI Teluk Gilimanuk menuju ke Lhokseumawe.

"Jadi, semua kapal bergerak pada 30 November menuju ke lokasi terdampak bencana alam," kata Tunggul di dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 29 November 2025.

Sementara, dua kapal rumah sakit dikerahkan untuk fokus merawat warga yang terluka akibat dihantam banjir hebat. KRI dr. Soeharso-990 mengangkut sembilan personel Departemen Kesehatan KRI. Kemudian, ditambah 80 personel dari Batalyon Kesehatan Marinir.

"Mereka juga membawa satu set rumah sakit lapangan lengkap dengan tenda, velbeda dan ambulans," tutur dia.

Sedangkan, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 juga membawa tim medis dan fasilitas kesehatan lengkap.

3. Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Sumatra hingga Sabtu 303 jiwa

Bangunan milik warga di Pidie, Aceh yang rusak akibat dihantam banjir dan longsor. (Dokumentasi Puspen TNI)

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh BNPB pada hari ini, total korban meninggal dunia akibat banjir Sumatra sudah menembus angka 303 jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.

"Artinya, dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Temuan ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Suharyanto ketika memberikan keterangan pers pada hari ini.

Sementara, jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.

Angka korban meninggal itu diprediksi akan terus bertambah lantaran jumlah orang yang dilaporkan hilang cukup tinggi. Ada 51 orang yang dilaporkan hilang di Aceh. Sedangkan orang hilang dilaporkan mencapi 85 di Sumbar.

Editorial Team