Comscore Tracker

Tagar #KamiPercayaACT Trending di Twitter, Begini Respons Warganet

ACT sedang menjadi sorotan publik

Jakarta, IDN Times - Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan pendirinya Ahyudin kini sedang jadi sorotan usai pemberitaan Majalah Tempo berjudul "Kantong Bocor Dana Umat".

Salah satu isu paling ramai dibahas warganet adalah gaji pimpinan ACT yang mencapai Rp250 juta setiap bulan plus beragam fasilitas mewah yang didapatnya. Isu ini bgitu disorot hingga tagar #JanganPercayaACT menjadi trending topik di Twitter dengan 8 ribuan cuitan.

Namun kini muncul tagar #KamiPercayaACT di trending di Twitter setelah pihak ACT buka suara. Sebagian warganet membandingkan kasus ini dengan korupsi yang dilakukan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

1. Jika ada kasus apa lembaganya yang dibubarkan?

Tagar #KamiPercayaACT Trending di Twitter, Begini Respons WarganetMantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tiba untuk menjalani pemeriksaan perdana di gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/12/2020) (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Salah satu akun mengunggah foto Juliari dengan mempertanyakan apabila ada kasus korupsi, apakah Kementerian Sosial juga dihapus.

“Kalau ada kasus seperti ini apakah lembaganya (Kemensos) yang DIHABISI?Atau pelakunya? Apakah pihak-pihak yang bekerja sama dengan lemvaga tsb (Kemensos) SALAH? Silahkan Buzzer Jawab #KamiPercayaACT,” ujar salah satu warganet.

Baca Juga: Pendiri ACT Ahyudin: Wajar Dapat Gaji Besar, Kontribusinya Juga Besar

2. ACT tuai pro dan kontra warganet

Tagar #KamiPercayaACT Trending di Twitter, Begini Respons WarganetMantan Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin. (ANTARA/HO-Humas ACT Malang)

Ada juga warganet yang meminta agar tidak menyesali diri karena berdonasi lewat ACT. Dia mengingatkan lembaga tersebut telah membuat ratusan juta wajah-wajah bahagia di seluruh penjuru dunia..

Meski demikian, tidak sedikit warganet yang menyayangkan pemakaian dana umat untuk keperluan pribadi pejabat ACT.

“Sejelas ini pengakuannya tanpa rasa bersalah memakai uang donasi umat yang belum tentu hidupnya berkecukupan untuk kepentingan pribadi dan istri-istri nya. Kok masih ada yang naikkan tagar #KamiPercayaACT seolah itu baik2 saja," tulis warganet lain.

3. ACT akui gaji pimpinan capai RP250 juta per bulan

Tagar #KamiPercayaACT Trending di Twitter, Begini Respons WarganetMantan Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin. (ANTARA/Luqman Hakim)

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengakui gaji pimpinan di lembaganya sempat mencapai Rp250 juta per bulan. Menurutnya gaji tersebut berlaku pada Januari 2021.

"Jadi kalau pertanyaannya apa sempat diberlakukan (gaji Rp250 juta), kami sempat memberlakukan di Januari 2021, tapi tidak berlaku permanen," katanya.

Ibnu mengatakan, gaji pimpinan Rp250 hanya berlaku satu bulan. Setelah itu, ada restrukturisasi pegawai dan gaji karena pandemik COVID-19.

"Beberapa angka, itu angka yang jadi rencana di 2021, dan tidak bisa dijalankan, satu bulan dijalankan, pandemik kondisi tidak signifikan dan kami melakukan perubahan atau 4-5 kali struktur gaji menyesuaikan dengan dana filantropi," ucapnya.

Saat ini, kata Ibnu, gaji pimpinan ACT saat ini tak lebih dari Rp100 juta. Namun, dia tak menjelaskan nominal pastinya.

4. Pembelian Alphard dengan dalih muliakan tamu

Tagar #KamiPercayaACT Trending di Twitter, Begini Respons WarganetInstagram.com/toyotaid

Ibnu Khajar juga mengakui lembaganya pernah membeli Toyota Alphard sebagai mobil operasional. Dia mengatakan mobil itu dibeli sebagai operasional untuk memuliakan para tamu ACT.

"Kami sadar betul, amanah masyarakat harus kita tunaikan sebaik-baiknya. Kendaraan yang sebelumnya diberitakan, tentang Alphard dibeli lembaga untuk memuliakan tamu kami, ustaz, tamu dari bandara untuk jemput mereka, kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat," ujar Ibnu Khajar, saat konferensi pers di kantor ACT, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Pendiri ACT Ahyudin: Wajar Dapat Gaji Besar, Kontribusinya Juga Besar

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya