Comscore Tracker

Waspada! Kematian Akibat DBD Hingga Juli Mencapai 459 Jiwa

Kasus DBD juga sudah mencapai 71.633

Jakarta, IDN Times - Di tengah serangan pandemik virus corona atau COVID-19, kamu juga harus waspada dengan wabah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena wabah ini juga tak kalah mematikan, loh.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kasus DBD di Indonesia hingga Juli mencapai 71.633 kasus.

"Jumlah kematian di seluruh Indonesia mencapai 459 (jiwa),'' ujar perempuan yang akrab disapa Nadia, dikutip dari halaman kemenkes.go.id, Senin (13/7/2020).

1. Sebanyak 10 provinsi dengan kasus DBD tertinggi

Waspada! Kematian Akibat DBD Hingga Juli Mencapai 459 JiwaIlustrasi fogging penanganan DBD (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Nadia menyebutkan sampai saat ini ada 10 provinsi yang melaporkan jumlah kasus DBD tertinggi, yakni Jawa Barat sebanyak 10.772 kasus, Bali 8.930 kasus, Jawa Timur 5.948 kasus, NTT 5.539 kasus.

Kemudian, Lampung 5.135 kasus, DKI Jakarta 4.227 kasus, NTB 3.796 kasus, Jawa Tengah 2.846 kasus, Yogyakarta 2.720 kasus, dan Riau 2.255 kasus.

''Ini adalah provinsi yang berpotensi endemis dari tahun ke tahun tinggi," ujar dia.

Baca Juga: Diserang DBD dan COVID-19, 439 Daerah Mengalami Infeksi Ganda

2. Jumlah kematian akibat DBD tahun ini lebih rendah dari sebelumnya, tapi tetap waspada ya

Waspada! Kematian Akibat DBD Hingga Juli Mencapai 459 JiwaANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Meski demikian, Nadia mengungkapkan, jumlah kasus dan kematian akibat DBD tahun ini masih rendah jika dibandingkan 2019. Tahun ini jumlah kasus DBD pada Januari Juli mencapai 71.633 kasus, sedangkan 2019 berjumlah 112.954 kasus.

Begitu juga dengan jumlah kematian, tahun ini berjumlah 459 kasus, sedangkan 2019 sebanyak 751 kasus.

''Biasanya Juli ini tidak ditemukan kasus baru, tapi kami masih mendapatkan laporan kasus DBD di beberapa daerah. Inilah gambaran jadi kewaspadaan kita bersama, khususnya di 2020 dan bersamaan dengan kasus COVID-19,'' kata Nadia.

3. Kamu harus tetap waspada DBD ya

Waspada! Kematian Akibat DBD Hingga Juli Mencapai 459 JiwaANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Bahkan, menurut Nadia, kasus DBD di Singapura dan Vietnam menjadi kejadian luar biasa. Maka kasus DBD di Indonesia jadi kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus.

''Prinsipnya kita sosialisasikan setiap orang jadi Jumantik (Juru Pemantu Jentik) di rumah masing-masing, dan memastikan rumah kita tidak ada sarang nyamuk,'' ucap Nadia.

Baca Juga: Di Tengah Wabah COVID-19, Kemenkes Temukan 100-500 Kasus DBD Per Hari 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya