Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dirut BULOG Sidak Pabrik PT KMR, Perintahkan Tarik Seluruh Minyakita
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) pada Sabtu (27/6). (Dok. BULOG)
  • Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak ke pabrik PT KMR setelah muncul keluhan masyarakat soal produk MinyaKita yang berbau solar di beberapa daerah penerima bantuan pangan.
  • Hasil pemeriksaan awal menemukan indikasi bau solar pada produk MinyaKita, sehingga BULOG memerintahkan penarikan seluruh produk PT KMR dan pengujian laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
  • BULOG menegaskan perlindungan konsumen sebagai prioritas, menjamin penarikan cepat serta penggantian produk layak konsumsi, dan memperkuat pengawasan mutu di seluruh rantai pasok pangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Direktur Utama Perum BULOG memerintahkan penarikan seluruh produk Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) setelah ditemukan indikasi bau menyerupai solar pada sebagian produk yang telah beredar di masyarakat.
  • Who?
    Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum BULOG, bersama timnya serta pihak PT Kusuma Mukti Remaja sebagai produsen minyak goreng Minyakita.
  • Where?
    Pemeriksaan dilakukan di fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan laporan keluhan berasal dari wilayah Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri.
  • When?
    Sidak dan instruksi penarikan dilakukan pada Sabtu, 27 Juni, setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan bau solar pada produk Minyakita yang diterima sebagai bantuan pangan.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk melindungi konsumen dan memastikan seluruh produk Minyakita memenuhi standar mutu serta keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • How?
    BULOG melakukan sidak langsung ke pabrik, memerintahkan penarikan produk bermasalah, serta menginstruksikan pengujian laboratorium terhadap sampel guna mengetahui penyebab pasti dan menentukan langkah lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karanganyar, IDN Times – Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) pada Sabtu (27/6). 

Sidak tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait produk Minyakita yang diduga berbau solar di sejumlah wilayah penerima bantuan pangan, antara lain Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri.

Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas sehingga produk Minyakita yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi persyaratan kualitas, aman, dan layak dikonsumsi.

Dalam sidak tersebut, Direktur Utama BULOG meninjau secara langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan produk. 

Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap kondisi fasilitas produksi guna memastikan penerapan standar kualitas dan higienitas oleh pihak produsen sebagai bentuk komitmen menjaga mutu pangan yang disalurkan kepada masyarakat.

1. Langkah cepat penanganan

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) pada Sabtu (27/6). (Dok. BULOG)

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan lapangan serta laporan yang diterima dari masyarakat, Direktur Utama BULOG memberikan instruksi tegas sebagai langkah cepat penanganan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan produk Minyakita produksi PT KMR yang terindikasi berbau menyerupai solar. Atas temuan tersebut, Direktur Utama BULOG memerintahkan penarikan seluruh produk Minyakita produksi PT KMR yang telah diterima masyarakat sebagai langkah antisipatif untuk melindungi konsumen.

Selain itu, BULOG juga memerintahkan dilaksanakannya pengujian laboratorium terhadap sampel produk guna mengetahui penyebab pasti serta menjadi dasar penetapan langkah dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Prioritas utama

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) pada Sabtu (27/6). (Dok. BULOG)

Direktur Utama BULOG menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, setiap produk yang diduga tidak memenuhi standar mutu harus segera ditarik dari peredaran sambil menunggu hasil pengujian laboratorium.

"BULOG tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, seluruh produk Minyakita produksi PT KMR yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik. Selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan menjadi dasar langkah berikutnya," tutur Direktur Utama BULOG.

3. Bentuk tanggung jawab BULOG

Ilustrasi minyak goreng bersubsidi Minyakita. (IDN Times/Daruwaskita)

BULOG juga memastikan proses penarikan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama produsen serta pihak-pihak terkait. Masyarakat yang telah menerima produk Minyakita produksi PT KMR akan memperoleh penggantian produk yang memenuhi standar mutu sehingga hak masyarakat tetap terlindungi. 

Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab BULOG dalam memastikan setiap komoditas pangan yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan.

Perum BULOG berkomitmen untuk terus menjaga kualitas setiap komoditas pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Bersama para mitra, BULOG akan memperkuat pengawasan di seluruh rantai pasok guna memastikan seluruh produk pangan yang diterima masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi. (WEB)

Editorial Team

Related Article