Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid, Marjani. Dia ditahan dalam kasus yang sama dengan Abdul Wahid.
Sebelum ditahan, dia mengaku namanya telah dicatut. Hal ini pun yang membuatnya menggugat KPK mengenai status tersangkanya lewat jalur praperadilan.
"Karena saya merasa saya dicatut," ujar dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Penetapan Marjani sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus Abdul Wahid yang terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dalam tangkap tangan itu, KPK juga menetapkan Kepala Dinas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam sebagai tersangka.
Abdul Wahid melalui Arief Setiawan diduga meminta 'jatah preman' Rp7 miliar atau fee 5 persen dari proyek di Dinas PUPR PKPP. Bagi yang tidak menuruti permintaan itu, terancam dimutasi atau dicopot dari jabatannya.
Terdapat tiga kali penyerahan uang. Penyerahan pertama sebesar Rp1,6 miliar pada Juni 2025, kedua sebesar Rp1,2 miliar pada Agustus 2025, dan ketiga Rp1,25 miliar pada November 2025.
Namun, pada penyerahan ketiga KPK berhasil melakukan tangkap tangan. Dalam tangkap tangan, KPK menyita bukti antara lain 9 ribu Poundsterling dan 3 ribu Dolar Amerika Serikat.
Abdul Wahid, Arief Setiawan, dan Dani Nursalam telah disidangkan di PN Pekanbaru, Riau.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Ditahan KPK, Ajudan Gubernur Riau Merasa Namanya Dicatut

Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid, Marjani (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Kasus Pemerasan Maidi, Sekda hingga Ketua KONI Madiun Dipanggil KPK13 Apr 2026, 15:59 WIB
- Duduk Perkara Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Terciduk OTT KPK13 Apr 2026, 12:58 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
Oman Tunda Dialog Selat Hormuz Bersama Iran dan Negara-Negara Teluk15 Sep 2026, 22:54 WIB
Menpar: Konser Nasional-Internasional Gerakkan Ekonomi, Putaran Uang Rp1,09 T15 Sep 2026, 22:53 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, TK SD SMP di Pekanbaru Belajar Daring Lagi15 Sep 2026, 22:45 WIB
Ratusan Pemukim Ilegal Israel Kembali Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa15 Sep 2026, 22:37 WIB
PKS-Golkar Sepakat Parliamentary Threshold 5 Persen dalam RUU Pemilu15 Sep 2026, 22:35 WIB
Dugaan Keracunan Kembali Mendera Sumut, LBH Medan Desak Stop MBG15 Sep 2026, 22:32 WIB
KPK Bongkar Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron di Kasus Suap ATR/BPN15 Sep 2026, 22:03 WIB
Jarak Pandang Rendah, Heli Chinook Jepang Belum Ikut Padamkan Karhutla15 Sep 2026, 21:45 WIB
Korut Gelar Latihan Tempur Masif dengan Rudal dan Artileri Jarak Jauh15 Sep 2026, 21:38 WIB
Erupsi Anak Krakatau Mereda, PVMBG Pastikan Morfologi Stabil15 Sep 2026, 21:20 WIB
KPK: Dirut Summarecon Setor Rp1,5 Miliar ke Orang Kepercayaan Nusron15 Sep 2026, 21:19 WIB
Teras Cihampelas Segera Dibongkar, Satpol PP Siapkan Penertiban PKL15 Sep 2026, 21:18 WIB
24 Boks Kembang Api Meledak, Picu Kebakaran Gudang Dekorasi15 Sep 2026, 21:06 WIB
PBB: 85 Ribu Warga Pesisir Barat Yaman Mengungsi akibat Perang15 Sep 2026, 21:02 WIB
Kecelakaan Maut di Tanjung Priok, Motor Terseret Truk hingga Terbakar15 Sep 2026, 21:00 WIB
4 Alasan Psikologis Kenapa Kamu Sering Bentrok dengan Rekan Kerja yang Zodiaknya Sama15 Sep 2026, 21:00 WIB
Kebakaran Hutan Gunung Lawu Magetan Padam, 9 Hektare Sempat Terbakar15 Sep 2026, 20:54 WIB
KPK Ungkap 4 Orang Tersangka Kasus Suap BPN Bogor Tangan Kanan Nusron15 Sep 2026, 20:53 WIB
Mendagri Akan Kaji Aturan soal Sound Horeg, Bakal Batasi Desibel15 Sep 2026, 20:43 WIB
KPK Ungkap Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon15 Sep 2026, 20:37 WIB