Jakarta, IDN Times - Upaya oditur militer menemui aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Andrie Yunus, di RSCM Jakarta Pusat tidak berbuah manis. Mereka hanya ditemui oleh tim dokter dan kuasa hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Oditur militer, Letnan Kolonel Chk Mohammad Iswadi, mengatakan, Andrie masih dalam fase pemulihan pascaoperasi sehingga tak bisa dikunjungi.
"Karena akan sangat berbahaya apabila Saudara Andrie Yunus mendapat kunjungan. Selain itu, bahu sebelah kanan tidak boleh banyak bergerak," ujar Iswadi ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Kedatangan Iswadi ke RSCM turut didampingi dua oditur militer lainnya, yakni Letkol Chk Upen Jaya Supena dan Mayor Chk Washington Marpaung. Berdasarkan keterangan dari rumah sakit, kata Iswadi, posisi bahu kanan Andrie harus dalam keadaan statis.
"Sebab, bila bergerak sedikit nanti operasinya akan gagal. Jadi, kami memahami situasi Andrie Yunus," kata dia.
Di sisi lain, Iswadi menyebut alasan kedatangan oditur militer lantaran ingin menyampaikan simpati dan empati atas perbuatan empat anggota TNI yang menyiram air keras kepada Andrie. Namun, kunjungan oditur militer ditolak oleh Andrie Yunus.
Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu pada Rabu (6/5/2026) baru menjalani operasi pencangkokan kulit. Tindakan itu sebagai bagian untuk pemulihan kulit Andrie yang terkena siraman air keras.
